Rabu, 20 November 2019 | 02:17:03 WIB

Sinergi Quantum Indonesia Gelar Seminar “Sistem Transportasi Nasional Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”

Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:52 WIB
Sinergi Quantum Indonesia Gelar Seminar “Sistem Transportasi Nasional Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”

(FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Sinergi Quantum Indonesia bekerja sama dengan Fokus Wacana UI menyelenggarakan Seminar Transportasi Nasional yaitu "Sistem Transportasi Nasional Dalam Mendukung Pembangunan di Era 4.0", di Jakarta, Kamis (17/10).

Dalam seminar tersebut menghadirkan Pembicara Utama, yaitu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)  Prof Dr Ir Danang Parikesit, MSc, seorang pakar transportasi, Akademisi sekaligus seorang yang sangat peduli dengan kemajuan transportasi dan konektivitas antar daerah dalam konteks pembangunan nasional yang modern, efisien dan berkelanjutan.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, pihaknya menekankan pentingnya kepercayaan investor  dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol.

Menurutnya, yang lebih penting adalah soal kepercayaan investor. Ketika bicara mengenai kepercayaan investor, kepercayaan investasi itu tumbuh di sektor jalan tol. Pemerintah sudah membuat berbagai macam instrument, baik struktur pembiayaan maupun instrumen perizinan yang diharapkan bisa membantu rencana investasi pembangunan jalan tol untuk tahap kedua berikutnya, yang tidak berkurang melainkan bertambah cukup banyak pada periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Dalam daftar rencana BPJT, terdapat sekitar 2.500 sampai dengan 3.000 kilometer rencana pembangunan jalan tol yang tidak semuanya bisa dijalankan atau dibangun karena tergantung dengan prioritasnya,” terang Danang.

Ia menjelaskan, kalau melihat proyek strategis nasional, 75 persen prestasinya di jalan tol sudah tercapai. Jadi apa yang telah dicapai di sektor jalan tol ini diharapkan dapat menular ke sektor-sektor infrastruktur lainnya, seperti kereta api, bandara, pelabuhan dan sektor lainnya.

"Dengan demikian infrastruktur-infrastruktur ini secara keseluruhan akan mampu menggerakkan perekonomian, apalagi kalau investasi tidak datang hanya dari Indonesia, namun juga dari investasi asing langsung yang mampu membantu peningkatan ekonomi diatas lima persen," ujar Danang.

Ia menambahkan, target pemerintah melalui rencana strategis dalam pembangunan infrastruktur jalan tol selama lima tahun terakhir sudah tercapai. "Dari sisi panjang jalan tol, nanti pada akhir tahun ini akan bisa beroperasi 2.200 kilometer dan ini melampaui target pemerintah. Jadi pemerintah sudah menjalankan tugasnya, khususnya Kementerian PUPR dan BPJT yang telah bekerja keras untuk mencapai target-target dari Presiden Jokowi," kata Danang.

Sebelumnya, berdasarkan data Kementerian PUPR, hingga akhir tahun 2019 panjang jalan beroperasi ditargetkan lebih kurang 1.500 kilometer atau melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang ditetapkan sepanjang 1.000 kilometer.

Sedangkan pada kuartal II tahun 2020, dengan tantangan dalam pengadaan lahan, pembangunan jalan tol yang diselesaikan oleh Kementerian PUPR akan bertambah menjadi 1.852 kilometer.

Pembangunan jalan tol dalam lima tahun kedepan akan terus dilanjutkan dengan target sekitar 2.500 kilometer dengan perkiraan investasi Rp 250-375 triliun. Dalam pembangunannya, pemerintah akan menggunakan pembiayaan dari investasi badan usaha maupun Kerjasama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). (ARMAN R)

Berita Terkait