Rabu, 20 November 2019 | 15:03:03 WIB

Menhan : Pancasila Akan Jadi Kenangan Dan Sejarah Jika Tidak Dijaga

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 18:40 WIB
Menhan : Pancasila Akan Jadi Kenangan Dan Sejarah Jika Tidak Dijaga

(FOTO : HUMASKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pancasila merupakan rahmat luar biasa yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Untuk itu kita harus menjaga Pacasila. Tanpa kita menjaga Pacasila, kita akan kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia dan kita akan hancur berkeping-keping. Yang pada akhirnya hanya tinggal sebuah wilayah di atas peta yang tinggal kenangan dan hanya menjadi bagian dari sejarah.

Hal demikian disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan)  Ryamizad Ryacudu dihadapan sejumlah mahasiswa baru S2, S3 Universitas Pertahanan (Unhan) saat memberikan kuliah umum terakhir di era kabinet Kerja 1, Jumat (18/10).  Kuliah umum yang mengangkat “Strategi Pertahanan Negara yang Berlandaskan Pancasila dan Berbasis Sishankamrata”, berlangsung di kampus Bela Negara Unhan, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Oleh karena itu, sebagai bagian dari bangsa yang besar ini, apakah kita rela jika ada sekelompok orang yang tidak sadar akan jati dirinya dan ingin menghancurkan kebesaran bangsa ini ?” tanya Ryamizard.

Pada hakekatnya lanjut Menhan, akar dari semua persoalan bangsa ini adalah adanya sebagian dari masyarakat yang masih ditidurkan kesadarannya oleh ilusi sesat kekuasaan dan keserakahan sehingga masih berkutat pada persoalan untuk mencari indentitas dan jati diri bangsa ini. Yang pada akhirnya ingin mengganti dan merubah ideologi Pancasila dan ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menhan menegaskan kembali, bahwa jati diri bangsa dan identitas bangsa ini sudah final, yaitu bangsa Indonesia dan Pancasila. Pancasila adalah ideologi yang ajaib dan hebat, terbukti ampuh mempersatukan beribu-ribu perbedaan di Indonesia. Menurutnya, Indonesia bukan negara agama tetapi negara yang semua masyarakatnya beragama.

Menhan berharap, kuliah umum ini dapat dijadikan acuan dan fondasi dasar keilmuan pertahanan Negara dalam upaya bersama untuk mewujudkan sistem pertahanan negara khas Indonesia yang tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika ancaman sesuai dengan yang telah diamanatkan oleh konstitusi negara.

Sementara itu dalam menyusun Stretegi Pertahanan Negara yang berbasis rakyat semesta, Menhan mengelola dan memadukan secara sinergis ketiga komponen, yaitu Kementerian Pertahanan (Kemhan), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepala Staf Angkatan menjadi sebuah totalitas kekuatan pertahanan negara yang tangguh dan handal demi menjamin kelangsungan hidupbangsa dan negara.

“Artinya apapun ancaman yang dihadapi maka basisnya adalah pertahanan semesta yang dulu dikenal dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). Ini adalah roh kekuatan bangsa kita yang merupakan rahmat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang dikaruniakan khas kepada bangsa Indonesia,” terang Menhan. (ARMAN R)

Berita Terkait