Rabu, 05 Agustus 2020 | 03:37:19 WIB

Pengamat Nilai Menteri Susi Sudah Saatnya "Naik Kelas"

Senin, 15 Januari 2018 | 14:28 WIB
Pengamat Nilai Menteri Susi Sudah Saatnya

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: DAULAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pengamat sektor perikanan Abdul Halim menyatakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah saatnya "naik kelas" dengan tidak lagi fokus kepada penenggelaman kapal tetapi lebih untuk pembenahan ekonomi secara keseluruhan.

"Sudah waktunya Menteri Kelautan dan Perikanan naik kelas, dari pandai menenggelamkan kapal menjadi sanggup membangun ekonomi perikanan nasional," kata Abdul Halim ketika dihubungi di Jakarta, Senin (15/1).

Abdul Halim yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan itu juga memaparkan, pada saat ini dinilai perlu untuk lebih fokus ke dalam negeri guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir termasuk nelayan tradisional.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kondisi ekspor komoditas perikanan Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain di tengah situasi perekonomian global yang menurun. "Ekspor, walaupun turun, tetapi dibandingkan negara lain jauh lebih baik," kata Menteri Susi dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (11/1).

Susi Pudjiastuti juga mengingatkan bahwa pada saat ini di kawasan perairan Indonesia, jumlah stok ikan naik sehingga tangkapan juga meningkat dan nilai tukar nelayan dan pembudidaya juga mengalami kenaikan yang berarti bahwa jumlah pendapatan yang mereka terima saat ini juga meningkat dibanding sebelumnya.

Semua hal itu, ujar dia, juga menunjang kepada kinerja sektor kelautan dan perikanan dalam rangka memperbaiki serta membenahi kondisi perekonomian di Indonesia agar dapat terus meningkat.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo menyatakan bahwa turunnya volume ekspor tidak berpengaruh kepada meningkatnya nilai ekspor per tahun antara lain karena setiap tahun ada faktor meningkatnya harga ekspor serta produk memiliki nilai tambah.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa rata-rata produk yang turun volume ekspornya adalah produk dengan harga yang relatif rendah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta KKP untuk meningkatkan produksi industri perikanan.

"Sekarang konsentrasinya agar ke industri pengolahan ikan, terutama yang mendorong untuk ekspor ikan, karena ekspornya kita turun," kata Presiden di Jakarta, Rabu (10/1).

Presiden Jokowi menjelaskan arahannya tersebut telah disampaikan kepada Menteri KKP Susi Pudjiastuti. (ANT)

Berita Terkait