Kamis, 02 April 2020 | 02:02:08 WIB

Menteri PUPR Nilai Desain Underpass Bandara Soetta Salah

Senin, 19 Februari 2018 | 21:42 WIB
Menteri PUPR Nilai Desain Underpass Bandara Soetta Salah

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. (FOTO: MTVN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku telah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan perihal rekomendasi akibat longsornya underpass Jalan Parimeter Selatan, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Basuki menyebut surat rekomendasi diberikan atas kesepakatan di Komite Keselamatan Konstruksi di bawah Kementerian PUPR. Dari investigasi yang dilakukan Komite, desain underpass tersebut tidak sesuai dengan kaidah teknisnya.

"Konstruksinya juga, sehingga saya minta reveral itu ditutup dan underpass itu dibongkar diperbaiki. Baru boleh dibuka lagi," kata Basuki ditemui usai Rapat Koordinasi Persiapan Asian Games di Kantor INASGOC, Senayan, Jakarta, Senin (19/2).

Terkait dengan adanya pidana bagi pelaku, Basuki menyerahkannya kepada Kementerian Perhubungan dan kepolisian. Apalagi kejadian itu menyebabkan satu korban tewas, dan satu lainnya mengalami luka.

"Itu nanti (pidana) Menhub (Budi Karya) ya (yang memutuskan), karena itu proyek Kementerian Perhubungan. Saya hanya dari Komite Keselamatan Konstruksi hanya merekomendasikan itu pada Menhub," jelas dia.

Sebelumnya, peristiwa longsor underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten terjadi pada Senin, 5 Februari 2018, sore. Satu mobil tertimbun material longsor.

Akibat kejadian itu satu karyawan GMF AeroAsia, Dianti Diah Cahyani Putri meninggal saat menjalani perawatan di RS Mayapada. Dianti dan kawannya Mukhmainnah terjebak di dalam mobil saat longsor terjadi.  Dianti yang duduk di bangku kemudi dievakuasi sekira pukul 03.15 WIB. Setelah menjalani perawatan, dia meninggal pada 06.47 WIB. Sementara Mukhmainna masih dalam perawatan di RS Siloam. (MTVN)

Berita Terkait