Minggu, 05 Juli 2020 | 00:07:36 WIB

Menperin Dorong Produk Kreatif Lapas Masuk "e-Commerce"

Rabu, 4 April 2018 | 02:51 WIB
Menperin Dorong Produk Kreatif Lapas Masuk

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mencoba kopi hasil seduhan barista Jeera Coffee House yang merupakan salah satu IKM binaan lapas pada Pameran Produk Unggulan Narapidana 2018 di Plasa Pameran Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (3/4). (FOTO: ANT/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Perindustrian mendorong hasil produk kreativitas dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dapat dipasarkan melalui perdagangan elektronik (e-commerce).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Produk Unggulan Narapidana di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (3/4), mengatakan di era globalisasi saat ini, pasar menjadi terintegrasi sehingga perlu dimanfaatkan adanya perkembangan teknologi ekonomi digital.

"Kami pacu produk para warga binaan lapas ini bisa masuk ke dunia virtual dengan digitalisasi, sehingga akses pasarnya menjadi terbuka luas, selain melakukan pembinaan yang maksimal," kata Menteri Airlangga.

Kemenperin pun telah membangun sarana infrastruktur digital bagi para pelaku wirausaha industri baru khususnya sektor industri kecil dan menengah (IKM) melalui e-Smart IKM.

Platform ini diharapkan dapat menjadi Virtual Sentra IKM yang mampu meningkatkan daya saing produk serta mempermudah akses pasar bagi IKM nasional di kancah domestik maupun global.

"Dalam pelaksanaan program tersebut, kami melakukan kerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri, di antaranya Tokopedia, Blibli, Shopee, Bukalapak dan Blanja," kata Menperin.

Langkah ini sebagai salah satu strategi Indonesia dalam memasuki sekaligus menangkap peluang dari implementasi revolusi industri keempat atau Industri 4.0.

Kemenperin terus mendukung terciptanya citra positif kepada warga binaan lapas, misalnya melalui upaya fasilitasi penyelenggaraan pameran dan melakukan pembinaan program wirausaha industri baru.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan dapat melihat secara nyata bahwa lapas bukanlah lembaga yang membelenggu kreativitas para narapidana.

Kemenperin memberikan bimbingan teknis (bimtek), bantuan peralatan dan bantuan manajemen usaha untuk membangun karakter dan meningkatkan keterampilan para narapidana. Bimtek yang sudah dilakukan antara lain di Lapas Wanita Tanggerang dan Pondok Bambu.

Terkait penyelenggaraan Pameran Produk Unggulan Narapidana, Airlangga menjelaskan kegiatan ini sudah berjalan keenam kalinya berkat kerja sama Kemenperin dengan Kementerian Hukum dan HAM.

Pameran yang diselenggarakan selama empat hari, mulai tanggal 3-6 April 2018 ini dibuka pada pukul 09.00-17.00 WIB dengan diikuti oleh 33 peserta yang berasal dari lapas di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini selain menampilkan produk unggulan lapas, juga dimeriahkan melalui acara fashion show, workshop membatik, serta talk show mengenai branding dan packaging. (ANT)

Berita Terkait