Senin, 13 Juli 2020 | 17:58:43 WIB

BKKBN Sinergikan Kampung KB Dengan Program Kementan

Kamis, 5 April 2018 | 15:39 WIB
BKKBN Sinergikan Kampung KB Dengan Program Kementan

(FOTO : HUMASBKKBN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Guna mensinergikan pengelolaan Kampung Keluarga Berencana (KB) dengan program-program dari Kementerian Pertanian (Kementan), Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof. Rizal Damanik, melakukan audiensi ke Kementan, yang diterima oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Syukur Irwantoro dan Agung Hendriadi selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan, di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (4/4).

Dalam pertemuan ini dibahas tentang kerjasama sinergi pengelolaan Kampung Keluarga Berencana (KB) dengan program-program dari Kementerian Pertanian. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Bina Lini Lapangan BKKBN, Wahidin.

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Prof. Rizal Damanik mengatakan, BKKBN sedang mengembangkan Kampung KB di seluruh Indonesia, sebagai upaya membumikan dan menggelorakan kembali Program KB, mengintegrasikan lintas sektor dalam memberikan pelayanan pada keluarga.

"Secara umum bertujuan mengentaskan kemiskinan dan tujuan akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, dan meningkatkan kualitas gizi kesehatan keluarga,” terang Prof. Rizal Damanik.

Kampung KB sendiri lanjutnya, merupakan satuan wilayah setingkat dusun/RW (Rukun Warga) yang memiliki kriteria, diantaranya jumlah keluarga pra sejahtera di atas rata-rata tingkat desa, di mana kampung tersebut berada.

"Jumlah peserta KB di bawah rata-rata pencapaian peserta KB tingkat desa di mana kampung tersebut berlokasi. Menurut kriteria wilayah Kampung KB merupakan wilayah kumuh, pesisir/nelayan; Daerah Aliran Sungai (DAS), bantaran kereta api, kawasan miskin (termasuk miskin perkotaan), terpencil, perbatasan, kawasan industri, kawasan wisata, dan kawasan padat penduduk.

Saat ini Kampung KB telah terbentuk di seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia. "Sedang disiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang pengelolaan Kampung KB yang prosesnya saat ini sudah sekitar 90% selesai. Inpres ini dibuat untuk memudahkan koordinasi lintas sektor, antar Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda)," ungkap Rizal.

Melalui Inpres ini tambahnya, diharapkan dapat mempercepat keberhasilan Kampung KB.  BKKBN kata Rizal, berharap program di Kementan bisa sinergi dalam Kampung KB.

Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Syukur Irwantoro menyampaikan, Kementan saat ini juga sedang fokus pada pemberdayaan keluarga miskin, salah satu programnya adalah bedah kandang.

"Program ini sementara konsentrasi di Jawa, fokus awal di Jawa Barat (Jabar) dan Banten. Program ini adalah dengan memilih desa yang masih tertinggal atau miskin dengan pemberian bantuan usaha pertanian, 10 juta ayam dan lainnya. Saya kira ini bisa sinergi dengan Kampung KB,” terang Syukur Irwantoro.

Ia menambahkan, Kerjasama ini harus segera dikonkretkan, segera disusun Nota kesepahaman atau MoU antara Pertanian dan BKKBN.

Menurut Syukur, Kementan memerlukan data keluarga, BKKBN sudah memiliki data berbasis keluarga, Kementan bisa kerjasama untuk pengembangan desa yang tujuan akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menambahkan, saat ini Presiden Joko Widodo telah menetapkan prioritas pembangunan 100 desa untuk menghadapi stunting.

Menurut Agung, Kementan juga sudah melakukan intervensi dengan pengembangan pangan lestari, bantuan unggas. Salah satunya di Desa Haya Haya, Provinsi Gorontalo yang menurut rencana akan dikunjungi Presiden Joko Widodo, Kampung KB dari BKKBN bisa sinergi dengan Kementan.

BKKBN sejak 2015 telah mengembangkan pengolahan data keluarga yang cukup rinci hasil pendataan keluarga yang rutin dilakukan, yang terangkum dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA).

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Prof. Rizal Damanik menyampaikan, pihaknya segera mematangkan kerjasama ini dengan membentuk tim teknis untuk segera merealisasikan kerjasama pengelolaan Kampung KB sinergi dengan program-program Kementan. (ARMAN R)

Berita Terkait