Senin, 13 Juli 2020 | 05:41:38 WIB

Sukmawati, Ahok dan Konspirasi Global

Sabtu, 7 April 2018 | 14:35 WIB
Sukmawati, Ahok dan Konspirasi Global

Aksi massa membawa poster Sukmawati Soekarnoputri di kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (6/4). (FOTO: MEDIA CENTER TNI-POLRI/LINDO)

LINDO - Bersamaan dengan aksi massa bela Islam menuntut Sukmawati ditangkap, Amnesty International minta agar Ahok dibebaskan tanpa syarat.

Sebelumnya pada Rabu, (4/3) yang lalu, Fifi Pengacara sekaligus adik kandung Ahok membuat pernyataan akan lapor Amnesty International, karena PK atas kasus penistaan agama Ahok di tolak Pengadilan.

Sebelumnya pada Februari lalu, Amnesty Internasional merilis anual report 2017, yang didalamnya juga disoroti soal hukuman ke Ahok atas penistaan agama.

Masalah Ahok saat ini mulai masuk ke dunia Internasional yang tentunya akan diprosesnya. Dengan pendekatan Hak Azasi Manusia, bisa saja Amnesty akan menuduh sebabnya Ahok dipenjara karena ada sentimen rasis dari kelompok radikal yang berhasil menekan Negara. Sehingga terbangun opini, bahwa ada gerakan radikalisme yang berbahaya di Indonesia. Ini bentuk tuduhan yang selalu dimainkan para kelompok anti politik Islam.

Berkaitan dengan naiknya laporan Ahok di Amnesty International, saat ini situasi Nasional sedang dipanaskan dengan Penistaan Agama yang dilakukan Sukmawati.

Ini bukan masalah biasa dan seperti ada grand design dari masalah Sukmawati. Mungkin Sukmawati sengaja memainkan cipta kondisi karena tahu bahwa Ahok melalui kuasa hukumnya akan melapor ke Amnesty International.

Namun perlu kita ketahui juga, bahwa Sukmawati ini bukan orang biasa. Beliau ini adalah putri Bung Karno yang juga adik Megawati Soekarnoputri, Ketua PDIP, Partai yang mengusung Jokowi menjadi Presiden pada 2014.

Tentu ini bukan masalah sederhana, apalagi saat ini kekuatan politik Islam sedang menguat di Indonesia.

Dan dalam tataran global, RRC sedang menjalanjan proyek OBOR, One Belt One Road dengan prinsip mendunianya, One State One Policy (Satu Negara Satu Kebijakan) di seluruh dunia. Yang bermakna Dunia dikendalikan oleh Cina melalui satu kebijakan.

Dan dalam ekspansi globalnya, RRC juga mampu mempengaruhi banyak organisasi Internasional. Karena di dunia saat ini mulai terjadi gejala bipolarisasi antara Amerika Serikat VS Cina. Dimana Amerika Serikat baru saja mengesahkan kebijakan perang dagang dengan Cina.

Juga perlu diingat bahwa tidak lama lagi pada bulan Agustus 2018 terjadi penetapan pasangan Calon presiden dan Calon Wakil Presiden untuk bertanding di Pilpres 2019.

Apakah semua keadaan ini ada kaitannya. Apakah berhubungan juga terjadinya gejala krisis moneter global.

Penistaan agama mulai di Internasionalisasi pihak Ahok yang tentunya berpotensi pada konflik dan konspirasi global.

Solusinya hanya satu, yaitu tegakkan hukum seadil-adilnya agar kedaulatan hukum tidak dimakan oleh intervensi asing. Dan umat Islam harus terus mendesak aparat untuk memproses Sukmawati. Bahkan jika keadaan gaduh, kita semua tahu bahwa penyebabnya adalah Sukmawati.

Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti - Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia

Berita Terkait