Sabtu, 26 September 2020 | 15:46:33 WIB

Garda Rajawali Perindo Kecam Aksi Teroris di Mako Brimob & Bom di GKI Surabaya

Minggu, 13 Mei 2018 | 16:54 WIB
Garda Rajawali Perindo Kecam Aksi Teroris di Mako Brimob & Bom di GKI Surabaya

Lokasi bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (FOTO: IST/OK/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Garda Rajawali Perindo (Grind) mengecam keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di GKI Surabaya sebagai aksi yang tidak manusiawi dan menciptakan suasana tidak kondusif menjelang bulan Ramadan yang berlangsung beberapa hari lagi.

Lukman Budiman Wakil Ketua Umum Grind menyatakan aksi yang terjadi beberapa hari belakangan sebagai tindakan yang sangat merugikan rakyat Indonesia sendiri.

"Kami sangat mengutuk keras aksi penyerangan di rutan cabang Salemba Mako Brimob dan ledakan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya," kata Lukman dalam siaran resminya kepada Okezone, Minggu (13/5).

Dari rentetan aksi teror yang terjadi dari kerusuhan yang terjadi di lapas cabang Salemba yang terdapat di Mako Brimob hingga tiga gereja yang menjadi lokasi pengeboman, membuat Grind Perindo menyatakan 9 sikapnya terhadap aksi teror tersebut diantaranya:

1. Garda Rajawali Perindo mengucapkan bela sungkawa dan duka mendalam kepada Korban terorisme baik yang di Mako Brimob maupun 3 Gereja di Surabaya.

2. Mengecam dengan keras aksi bom yang terjadi di GKI Surabaya yang memakan korban sebanyak 10 orang meninggal ( kemungkinan bertambah) dan 40 orang terluka.

3. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian Bom Surabaya.

4. Meningkatkan kewaspadaan kepada seluruh komponen bangsa khususnya alat negara yang bertanggung jawab langsung dengan aksi terorisme akan berkembangnya aksi terror ini dalam skala yang lebih besar.

5. Meminta kepada Tokoh lintas agama untuk lebih meningkatkan komunikasi antar umat beragama terkait aksi asi terror yang sepekan ini terjadi, untuk menghindari politik adu domba sesama anak bangsa.

6. Meminta kepada masyarakat Indonesia untuk tidak menyebar gambar-gambar korban dari tragedi Bom Surabaya.

7. Meminta kepada Presiden untuk mengevaluasi alat negara yang bertanggung jawab atas terjadinya terror dalam sepekan ini.

8. Segera merampungkan Revisi UU Terorisme.

9. Meminta kepada seluruh elemen Bangsa ntuk bersama sama “melawan” aksi terror dengan tidak takut terhadap terror dan tetap menjalankan aktifitas seperti biasanya dengan tentunya lebih meningkatkan kewaspadaan. (OKEZONE)

 

Berita Terkait