Rabu, 28 Oktober 2020 | 06:28:01 WIB

Walikota Tikep: Harga Sembako di Tidore Kepulauan Naik

Selasa, 11 September 2018 | 19:51 WIB
Walikota Tikep: Harga Sembako di Tidore Kepulauan Naik

Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim saat meninjau pelaksanaan UKM di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. (FOTO: IST/LINDO)

TIDORE, LINDO - Harga Sembilan Kebutuhan Pokok (Sembako) di sejumlah pasar Tidore Kepulauan (Tikep) dilaporkan mengalami kenaikan harga mulai dari Rp5000.

Wali Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut), Ali Ibrahim dalam siaran pers di Ternate, menyebutkan, pihaknya bersama sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) telah melakukan peninjauan terhadap beberapa harga sembako di pasar Sarimalaha dan Gosalaha Goto.

Ali mengaku telah menerima sejumlah pedagang dan para pembeli sekaligus mengetahui keluhan apa saja yang disampaikan oleh pedagang maupun pembeli.

Dari hasil tinjauan, didapati adanya kenaikan sejumlah bahan pokok, diantaranya daging ayam baik ayam potong maupun ayam kampung.

Ia memberikan contoh, daging ayam potong sebelumnya dengan harga Rp55.000 naik Rp5.000 menjadi Rp60.000, daging ayam kampung Rp160.000.

Begitu juga dengan telur ayam ras, mengalami kenaikan Rp1000/butir dari harga normal. Selain daging ayam dan telur, harga ikan pun tercatat mengalami kenaikan dari harga normalnya.

Untuk bawang rica tomat juga mengalami sedikit kenaikan harga. Sementara harga beras, gula pasir dan minyak goreng masih pada harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah kota, yakni beras premium Rp13.600/kg, beras medium Rp10.250/kg, gula pasir Rp13.000/kg dan minyak goreng Rp11.500/kg.

Diketahui, sejumlah barang yang terpantau mengalami kenaikan itu, disebabkan karena stok barang yang tersedia di Kota Tidore telah habis dan harus diambil dari kota Ternate, hingga menyebabkan terjadinya loncatan harga dari setiap bahan tersebut.

Walaupun begitu, diakuinya stok barang tetap aman selama Ramadhan.

Usai melakukan peninjauan, Ali mengatakan, sesuai hasil tinjauan bersama, pihaknya menilai ternyata ada kenaikan sedikit pada sejumlah komoditas itu.

"Saya hitung-hitung ada yang satu persen dan ada yang stabil. Saya tanya juga kenapa harganya naik. Ini karena sebagian diambil dari Ternate, karena keterbatasan stok yang ada di Tidore," kata Ali Ibrahim.

Disamping itu, Walikota juga mengatakan, terkait dengan kenaikan harga ikan yang signifikan hingga 30 persen terkendala dengan stok ikan yang kurang serta adanya kerusakan mesin pada dua pabrik es.

Oleh karena itu, dirinya bakal memanggil pihak BUMD, pengusaha ikan dan pemilik kapal ikan untuk melakukan rapat bersama dengannya di kantor Walikota pada Jumat mendatang.  (ANT)

Berita Terkait