Minggu, 27 September 2020 | 17:01:01 WIB

Kenaikan Saham Energi Dongkrak Penguatan Bursa Australia

Rabu, 26 September 2018 | 09:07 WIB
Kenaikan Saham Energi Dongkrak Penguatan Bursa Australia

Ilustrasi - Bursa Efek Australia atau Australian Securities Exchange (ASX). (FOTO: VIVA/LINDO)

SYDNEY, LINDO - Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Rabu (26/9) pagi, didorong lonjakan harga minyak dan kenaikan saham-saham energi.

Pada pukul 10.15 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 8,9 poin atau 0,14 persen menjadi diperdagangkan di 6.194,8 poin dan indeks All Ordinaries yang lebih luas menambahkan 10 poin atau 0,16 persen menjadi 6.309,1 poin.

"Minyak mentah Brent melonjak ke tertinggi empat tahun semalam dan mendominasi aksi pasar. Saham-saham energi menambah kenaikan baru-baru ini dan saham-saham industri berada di bawah tekanan," kata kepala analis pasar CMC Markets, Michael McCarthy dalam catatan pagi kepada investor.

"Pasar saham Asia Pasifik diperkirakan akan memulai dengan sedikit positif, meskipun kembalinya pedagang Hong Kong dari liburan kemarin mungkin melihat beberapa elemen mengejar dalam perdagangan hari ini. Penurunan di pasar logam industri semalam, mungkin mengimbangi setiap perkembangan positif yang dihasilkan dari kenaikan harga minyak."

Perdagangan di semua pasar dapat mencatat "volume dan volatilitas yang lebih rendah" menjelang pengumuman suku bunga yang sangat diantisipasi dari Federal Reserve AS (The Fed). Meskipun "Komentar hawkish yang menyertai keputusan itu bisa membuat pasar-pasar suku bunga bereaksi kuat dan membuat riak semua pasar," kata dia.

Bank-bank besar Australia dibuka melemah, dengan ANZ jatuh 1,26 persen, Commonwealth Bank turun 1,08 persen, National Australia Bank turun 0,43 persen dan Westpac kehilangan 1,17 persen.

Raksasa pertambangan BHP Billiton menambahkan 0,8 persen, saingannya Rio Tinto naik 0,75 persen dan Woodside Petroleum melonjak 2,51 persen.

Wesfarmers merosot 0,8 persen dan jaringan supermarket saingannya Woolworths naik 0,29 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Raksasa telekomunikasi Telstra lebih meningkat 0,32 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas turun 1,68 persen dan kelompok bioteknologi CSL bertambah 0,29 persen. (ANT)

 

Berita Terkait