Kamis, 16 Juli 2020 | 22:02:24 WIB

Edukasi Lingkungan Hidup, GK Foundation Dan KLHK Gelar Rawatan Negeri

Minggu, 7 Oktober 2018 | 17:53 WIB
Edukasi Lingkungan Hidup, GK Foundation Dan KLHK Gelar Rawatan Negeri

(FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Galang Kemajuan (GK) Foundation bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan acara “Rawatan Negeri” dengan tema “Hutan Kaya, Lingkungan Terjaga, Rakyat Sejahtera”, yang diselenggarakan di Area Arboretum, Kantor KLHK, Jakarta, Sabtu (6/10).

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang pengelolaan Perhutanan Sosial dan cara pengolahan sampah.

Khusus mengenai sampah, GK Foundation membentuk kelompok kerja “Galang Komunitas Hijau Indonesia (GKHI), yang merupakan kader – kader yang akan dilatih untuk menjadi duta sampah di lingkungan mereka masing – masing.

Dalam acara ini, diadakan Talkshow dengan narasumber, antara lain Rosa V Retbawati selaku Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Bambang Supriyanto selaku Dirjen Perhutanan Soslal dan Kemitraan Lingkungan KLHK dan Ketua Umum (Ketum) GK Foundation Kelik Wirawan Wahyu Widodo.

Di sela – sela acara tersebut, Ketum GK Foundation Kelik Wirawan Wahyu Widodo kepada wartawan mengatakan, acara ini sebaga bentuk dukungan masyarakat terhadap program - program pemerintah terkait lingkungan hidup, salah satunya pemerintah sudah memberikan lahan kepada masyarakat dalam program Perhutanan Sosial untuk masyarakat.

“Yang sudah dikerjakan masyarakat, dilegalkan melalui Perhutanan sosial oleh pemerintah, sehingga sangat mengurangi konflik masyarakat tentang lahan yang selama ini bertahun – tahun terjadi. Maka dari itu, masyarakat mengapresiasi kepada pemerintah yang telah sungguh-sunguh mengurangi konflik di masyarakat tentang lahan hutan sosial, dengan memberikan kepastian legalitas masyarakat berusaha menggunakan lahan yang diberikan,” ujar Kelik.

Di samping itu lanjutnya, pada masyarakat perkotaan, salah satu problema utama adalah mengenai sampah, yang bukan hanya menjadi persoalan domestik Indonesia saja, tetapi hal ini sudah menjadi kekhawatiran dan ketakutan masyarakat global dan dunia internasional.

“Isu sampah plastik yang masuk ke perairan dan laut menjadi penyebab utamanya.  Ancaman kerusakan dan kepunahan ekosistem perairan dan laut serta berdampak secara langsung terhadap kesehatan manusia,” terang Kelik.

Namun tambahnya, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (Jakstranas).  Hal ini menurutnya, momentum besar penataan sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

“Target pengelolaan sampah 100% pada tahun 2025, dengan pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70%.  Kondisi ini adalah merupakan perubahan paradigma besar dalam pengelolaan sampah selama ini,” katanya.

Dalam acara ini juga didukung sejumlah pihak swasta, salah satunya adalah Bambu Spa. Menurut  CEO Bambu Spa, Trisya Suherman, SE, Diploma Cidesco Spa, yang sekaligus sebagai pengurus GK Foundation, acara yang digelar GK Foundation dan KLHK ini sangat positif dalam memberikan pembelajaran kepada masyarakat yang berkait dengan lingkungan hidup. (ARMAN R)

Berita Terkait