Jumat, 23 Oktober 2020 | 09:04:35 WIB

Kemendag Gelar Seminar "Kewirausahaan Diaspora Indonesia" di Busan, Korsel

Selasa, 20 November 2018 | 15:05 WIB
Kemendag Gelar Seminar

(FOTO: CEO-INDONESIA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara aktif mengenalkan bisnis waralaba, tidak terbatas hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri kepada Diaspora dan Pekerja Migran Indonesia termasuk pelajar.

Melalui program pendampingan waralaba nasional, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, bekerja sama dengan (Indonesia Trade Promotion Center) ITPC Busan, Persatuan Pelajar Indonesia Korea (PERPIKA), dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan (Korsel), menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan pada Minggu (18/11), di Di Dong-A University, Busan.

Penyelenggaraan seminar ini bertujuan untuk memberikan pembekalan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan Diaspora dan Pekerja Migran termasuk Pelajar Indonesia yang berjumlah 35.269 orang hingga pertengahan tahun ini.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Korsel Umar Hadi, menyambut baik inisiasi Kemendag terkait penyelenggaraan Seminar tersebut. Dalam sambutannya, Umar Hadi berpesan kepada pekerja maupun pelajar Indonesia agar yakin bahwa masa depan Indonesia cemerlang.

"Indonesia adalah pasar yang sangat baik, mengingat sedemikian besarnya pasar domestik yang kita miliki. Saya mengajak kepada seluruh peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk memanfaatkan kesempatan baik ini," ujar Umar Hadi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan, pertumbuhan waralaba di Indonesia berkembang dengan pesat, terdapat 555 merek usaha waralaba dan yang berpontensi diwaralabakan dengan jumlah gerai 45 ribu di Indonesia.

Tjahya meyakinkan, bahwa dengan sistem waralaba semua orang dapat memulai bisnis dengan resiko minimal dengan belum cukupnya pengalaman, juga talenta yang dimiliki dalam berbisnis. Bisnis Waralaba juga dapat mengangkat nilai produk dalam negeri dalam bentuk kerjasama bisnis tersebut.

Pengenalan bisnis waralaba nasional di Korea Selatan, Ditjen PDN Kemendag menggandeng tiga merek waralaba, yaitu kebab Baba Rafi, Bakso Alek dan Bambu Spa.

Untuk Bambu Spa sendiri dihadiri langsung oleh Owner Bambu Spa Trisya Suherman SE, Diploma Cidesco Spa, yang gigih dan sukses dalam menjalankan bisnis waralaba Bambu Spa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sampai dengan berakhirnya penyelenggaraan seminar, antusias peserta untuk menjalin kerjasama waralaba cukup tinggi, dari surat minat kerjasama yang ditandatangai calon mitra waralaba tercatat dengan total nilai USD 1,245 milyar untuk tiga waralaba Indonesia.

Minat kerjasama tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing merek-merek waralaba Indonesia di luar negeri yang selama ini telah sukses merambah pasar luar negeri, seperti Alfamart dengan 174 gerai di Philippina, J.Co Dunuts & Coffee di empat negara, juga Baba Rafi dengan 60 gerai yang tersebar di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philippina, Srilanka, Bangladesh, China dan Belanda. (ARMAN R)

 

Berita Terkait