Selasa, 07 Juli 2020 | 13:59:04 WIB

Pembangunan Jalan Rabat di Desa Waegeren Dipertanyakan

Rabu, 23 Januari 2019 | 03:09 WIB
Pembangunan Jalan Rabat di Desa Waegeren Dipertanyakan

(FOTO: AAM PURNAMA/LINDO)

NAMLEA, LINDO - Pembangunan jalan rabat beton di kompleks Pasar, Desa Waegeren, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, dinila asal jadi dan tidak transparan. Berdasarkan hasil penelusuran dilapangan kegiatan pembangunan jalan setapak rabat beton yang telah selesai pembangunannya  tidak di pasang papan informasi proyek dilokasi pembangunan.

Dengan tidak terpasangnya papan infirmasi hal ini bertentang dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun  2014, tentang Keterbukaan Informasi  Publik (KIP). Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan, pasalnya proyek tersebut dibiayai oleh Dana Desa (DD) tahap akhir 2018 sebesar Rp. 96.864.000.

Erlina Pejabat Sementara (PJS)  Kepala Desa Waegeren, Kecamatan  Lolong Guba, Kabupaten Buru, saat dikonfirmasi media ini dikedimaannya menyampaikan bahwa papan informasi proyek telah di buat namun belum dipasang.

"Papan informasi sudah ada cuman belum kami pasang," ungkap Erlina.

Sementara di tempat yang berbeda, Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Desa Waegeren (Kusni) saat ditemui dikedimannya menyampaikan volume jalan rabat beton yang dibangun telah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah di buat.

"Ukuran jalan Rabat Beton yang dibuat 75 centimeter di bagian kiri, sedangkan ditengah ketebalannya 50 centimeter timbunan sirtu dan 75 centi meter bagian kanan dengan panjang 100 meter. Masing-masing kiri dan kanan, jadinya 75 centi meter dan 200 meter mengikuti  Rabnya yang telah dibuat," ungkap Kusni.

Lebih lanjut Kaur pembangunan Desa Waegeren menyampaikan papan informasi rabat beton juga telah buat namun belum dipasang.

"Papan informasi sudah ada dan sudah disuruh pasang, tapi ngak tau kenapa blum di pasang oleh pekerja," tandas Kusni.

Dari hasil penelusuran dilapangan pihaknya juga mendapat informasi dari masyarakat yang namanya tidak mau dibpulikasikan.

"Jalan Rabat ini dinilai tidak sesuai dengan RAB, karena salah satu contoh dalam pembangunannya tidak menggunakan batu pecah,  Batu Kali diganti batu karang, semen yang seharusnya 240 sak ukuran 50 kilo gram dengan standar SNI ternyata hanya 80 sak dan itupun yang terpakai hany 70 sak semen.

Hasil pantauan Kejanggalan kembali terjadi pada proyek rabat beton tersebut pasalnya jalan yang telah selesai dikerjakan sekitar seminggu  lalu dan kembali melalakukann rehab dan perbaikan dengan melapisi material campuran  batu picah di atas jalan tersebut. Selain kegiatan  rehab dilokasi tersebut juga telah di pasang papan informasi proyek.

Adapun keterangan  papan informasi  proyek sebagai berikut.

Nama kegiatan: Jalan Rabat Beton 0,75X200 Meter, Lokasi: Desa Waegeren, Pelaksana:TPK (Swakelola), Sumber Dana:DD, Total Biaya:Rp.96.865.000,Waktu Pelaksanaan:30 Hari Kalender.

AAM PURNAMA

Berita Terkait