Kamis, 02 Juli 2020 | 17:02:25 WIB

Perwakilan 10 Desa Asal Galela Desak Gubernur Malut Selesaikan Kasus Mereka

Rabu, 23 Januari 2019 | 15:01 WIB
Perwakilan 10 Desa Asal Galela Desak Gubernur Malut Selesaikan Kasus Mereka

Ilustrasi - Massa aksi saat menggelar unjukrasa di Tobelo, Halut. (FOTO: INDOTIMUR/LINDO)

SOFIFI, LINDO - Puluhan massa yang tergabung dalam 10 desa di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara, pada Rabu (23/1/2019) pagi, melakukan aksi unjukrasa dikantor Gubernur Malut guna menuntut hak lahan mereka yang dikuasai oleh PT. KSO Capitol Kasagro.

Menurut aksi massa PT. KSO Capitol Kasagro sejak tahun 1991 hingga kini belum dilakukan ganti rugi pada masyarakat.

"Pak Gubernur sudah cukup, tolong lihat kami saat ini mengalami kesusahan," teriak Nuraini salah satu massa aksi.

Tidak hanya itu, kata dia, masyarakat sudah cukup menahan derita sejak tahun 1991 sampai 2019, tapi belum juga diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut.

Sementara, koordinator lapangan Elfis Guru menyampaikan, Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba segera kembalikan lahan petani Galela yang seluas 2.000 hektar yang dirampas PT KSO Capitol Casagro.

"Aksi ini kami pernah lakukan beberapa waktu lalu namun belum juga ada respon," tegasnya.

Dalam aksi itu, massa aksi mendesak Pemprov Malut agar segera batalkan perpanjangan HGU PT KSO Capitol Casagro, karena dinilai cacat hukum sebab tanpa sepengetahuan petani di 10 desa.

10 desa yang dimaksud adalah Desa Soa-sio, Desa Barataku, Desa Toweka, Desa Simau, Desa Ngidiho, Desa Limau, Desa Lalonga, Desa Gotaloma, Desa Duma, Desa Dokulamo dan Desa Kira.

Aksi yang dimulai pada pukul 10.00 Wit itu, dilakukan dengan jalan kaki dari kampus Universitas Bumi Hijrah sampai di halaman kantor gubernur Malut.

KILA/INDOTIMUR

Berita Terkait