Jumat, 23 Oktober 2020 | 09:05:59 WIB

Pertarungan Memanas Dapil Provinsi Maluku Utara

Kamis, 28 Maret 2019 | 08:39 WIB
Pertarungan Memanas Dapil Provinsi Maluku Utara

Calon DPR RI dari daerah pimilihan Provinsi Maluku Utara. (FOTO: IST/LINDO)

TERNATE, LINDO - Tensi perebutan kursi dewan perwakilan rakyat (DPR-RI) di Dapil Maluku Utara (Malut) cukup panas. Petahana dapat pesaing dari caleg berkualitas. Mulai dari anggota DPD hingga mantan Bupati.

Berdasarkan data KPU, jumlah caleg di Dapil Malut hanya 46. Mereka akan merebutkan 3 kursi DPR di wilayah Halmahera Barat, Kota Ternate, Halmahera Utara, Morotai, Halmahera Tengah, Tidore Kepulauan, Kep Sula, Taliabo, dan Halmahera Timur.

Minimalisnya caleg di dapil ini tidak lantas menurunkan kualitas calegnya. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) misalnya, menurunkan anggota DPD atau senator dari Maluku Utara Abdurachman Lahabato.

Belum lama ini, nama Abdurachman cukup dikenal publik karena mendorong perusahaan tambang Harita Nickel menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) langsung kepada masyarakat. Komposisi caleg dari PKB sebetulnya bisa lebih garang karena ada nama Herman Sikumbang.

Tapi, anggota grup band Seventeen ini meninggal dunia karena bencana alam Tsunami di Selat Sunda. Partai Gerindra ikut bermanuver dengan menurunkan Hasby Yusuf. Dia adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun.

Popularitas Hasby di mata oposisi sangat tinggi. Dia pernah dijadikan tersangka karena dianggap menghina Kepolisian. PDI Perjuangan sendiri tetap andalkan petahannya, Irine Yusiana Roba Putri. Saat ini Irine anggota komisi X DPR.

Selain Irinie, partai banteng moncong putih ini juga menerjunkan tokoh pendidikan Maluku Utara DR Sidik Dero Siokona. Pada 2015, Sidik Dero Siokona diketahui pernah jadi calon Walikota Ternate ditemani Djasman Abubakar.

Tapi, keduanya kalah dari pasangan Burhan Abdurahman Abdullah Tahir. Hal sama dilakukan Partai Golkar. Partai besutan Airlangga Hartarto ini menurunkan petahana Saiful Bahri Ruray. Saat ini, Saiful Bahri duduk di Komisi III DPR.

Selain Saiful Bahri, Golkar juga menurunkan Alien Mus. Dia adalah Ketua DPRD Kota Ternate. PKS juga bermanuver dengan menjagokan Muhammad Kasuba. Dia adalah mantan Bupati Halmahera Selatan. Dari sisi pengalaman bertanding, Muhammad Kasuba sudah banyak pengalaman.

Teranyar, Muhammad Kasuba juga sempat menjadi calon Gubernur Malut di Pilgub 2018, sebelum akhirnya kalah dari kakaknya sendiri Abdul Gani Kasuba. Meski ketat, caleg Petahana dari PDIP, Irine Yusiana Roba Putri tetap optimis bisa meraih kursi lagi.

Alasannya, selama menjadi anggota DPR, Irine hanya fokus bekerja mengabdi dan perjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi, strateginya adalah sejak hari pertama dilantik jadi anggota DPR itu saya sudah bekerja. Kata Ibu Megawati, menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujarnya.

Irine merasa cukup yakin akan kembali dipercaya masyarakat di Dapil Malut, karena ia menjalankan amanat partai yaitu menjadi perwakilan rakyat yang harus bekerja bersama rakyat.

ALDY MADJIT

Berita Terkait