Kamis, 02 Juli 2020 | 15:39:28 WIB

Mantan Kades Jikomoi Beli Mobil Pribadi Gunakan Dana Desa

Sabtu, 6 Juli 2019 | 18:12 WIB
Mantan Kades Jikomoi Beli Mobil Pribadi Gunakan Dana Desa

Ilustrasi - Dugaan korupsi Dana Desa dan Anggaran Dana Desa. (FOTO: ISTIMEWA/LINDO)

HALTIM, LINDO - Kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Jikomoi, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur kini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat setempat.

Informasi yang diperoleh dari masyarakat desa setempat, bahwa dana ADD dan dana DD di Desa Jikomoi pada tahun 2018 hampir sebagian besar dana tersebut sudah terpakai habis.

"Dana Desa tahun 2018 yang kami tahu sudah tidak ada lagi, kenapa, karena rata-rata proyek yang menggunakan dana desa 2018 tidak selesai di kerjakan. Bahkan ada proyek yang belum selesai di kerjakan oleh kepala desa dan itu masih banyak yang terbengkalai karena kehabisan dana," kata warga Desa Jikomoi yang namanya tidak mau dipublikasi.

Bendahara Desa Jikomoi Hesty saat dikonfirmasi media LindoNews menjelaskan bahwa dana tersebut sudah ia serahkan sepenuhnya kepada sang Kades. Sementara, anggaran tahap ke-3 sebanyak Rp.301.000.000 juta dirinya sudah menyerahkan semuanya kepada kepala desa.

"Memang dana tersebut sudah saya serahkan semuanya ke kepala desa. Untuk anggaran tahap ketiga sebanyak Rp.301.000.000 juta itu, saya sendiri yang menyerahkan ke kadesnya," tandas Hesty.

Hesty menambahkan dana 301 juta itu, katanya untuk pembangunan 5 rumah dan 10 water closet (WC). Namun dalam pelaksanaannya, kedua proyek itu tidak kunjung selesai dikerjakan.

"Anggaran tiga ratus juta lebih kata Kades akan bangun rumah dan wc, tapi dalam perjalanan tersebut kedua bangunan itu belum selesai dikerjakan. Masih banyak lagi yang belum di kerjakan entah kenapa, dananya sudah habis atau belum, saya tidak tahu," ujar Hesty.

Mantan Kepala Desa Jikomoi Sempot saat dikonfirmasi membenarkan perihal itu. Dia mengakui bahwa dirinya meminta uang 301 juta dari bendaharanya untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang terhambat.

"Iya benar, uang dana desa senilai 301 juta itu, saya yang minta ke bendahara. Itu semua hanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda," terangnya.

Ketika didesak soal sisa anggaran yang telah digunakan, sang Kades hanya memilih diam dan tidak mau menjawab. Secara kasak mata masih banyak sekali pembangunan desa yang belum di kerjakan oleh sang Kades, yaitu 10 unit wc.

Soal perihal kepemilikan mobil avanza yang ada dirumah mantan kades, Sekretaris Desa Jikomoi Hesty menegaskan mobil tersebut adalah milik mantan kades bapak Sempot, kendaraan tersebut bukan milik mertuanya.

"Saya dapat informasi bahwa kendaraan kijang Avanza itu di beli oleh mantan kepala di desa, jadi tidak benar kalau kendaraan itu milik mertuannya," ungkapnya.

Hesty mengakui bahwa mantan kades sewaktu masih menjabat kepala desa selama tiga tahun berturut-turut yang bersangkutan sudah tiga kali membeli mobil, yaitu pada tahun 2016, 2017 dan 2018.

"Pada tahun 2016 dia pernah membeli mobil kijang avanza dan tahun 2017 dia juga membeli mobil Pic Up dan pada tahun 2018 kemarin dia juga membeli mobil avanza yang sementara ini dia gunakan," bebernya.

FAISAL

Berita Terkait