Kamis, 02 Juli 2020 | 15:43:30 WIB

DD Ditelep, Mantan Kades Bebsili Maba Tengah Siap Bertanggung Jawab

Jum'at, 26 Juli 2019 | 18:17 WIB
DD Ditelep, Mantan Kades Bebsili Maba Tengah Siap Bertanggung Jawab

Ilustrasi - Sebuah papan reklame pengumuman penggunaan dana desa. (FOTO: IST/LINDO)

HALTIM, LINDO - Anggaran proyek jembatan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Desa Bebsili, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, menjadi bahan perbincangan warga desa tersebut.

Berdasarkan hasil penulusuran media ini, di desa Bebsili ada anggaran jembatan yang di plot sebesar Rp.50 juta namun tidak di kerjakan oleh pemerintah desa setempat, padahal anggaran pembangunan jembatan tersebut sudah dikucurkan dari tahun 2018.

Salah satu warga yang berinisial HR menceritakan, bahwa anggaran rehab jembatan di desa Bebsili sebesar 50 juta, dan sumbernya dari Dana Desa (DD) pada tahun 2018.

"Jembatan tersebut sampai saat ini hanya di pasang papan sebanyak 42 lembar saja, padahal anggaran jembatan desa ini sebesar 50 juta," katanya.

Sementara itu, mantan kepala desa Yohanis saat dikonfirmasi mengatakan bahwa keterlambatan pekerjaan tersebut karena ada penundaan pencairan anggaran dari pihak pemerinta daerah Halmahera Timur.

"Jembatan itu lambat dikerjakan karena terhambat pencairan anggaran dari Pemda Haltim," jelasnya.

Namun Yohanis mengakui bahwa saat ini anggaran rehab jembatan desa tersebut sudah selesai di cairkan, hanya saja ada gangguan keterlambatan dari proyek itu.

"Bulan lalu anggaran sudah cair, tapi ada keterlambatan dari pihak kami, sehingga proyek itu tertunda lagi," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Yohanis meminta pada awak media agar persoalan ini jangan dulu dipublikasi. Dia berjanji akan menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Saya mengharapkan kepada kalian (wartawan) agar hal tersebut jangan dulu di publikasikan, karena saya janji akan menyelesaikan pekerjaan itu," pintanya.

FAISAL

Berita Terkait