Senin, 24 Februari 2020 | 05:57:58 WIB

Balikpapan Sudah Siap Jadi Penyangga Ibu Kota Baru

Kamis, 1 Agustus 2019 | 22:14 WIB
Balikpapan Sudah Siap Jadi Penyangga Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat terkait meninjau kelayakan Bukit Soeharto di Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia, Selasa (7/5/2019). (FOTO: REPUBLIKA/LINDO)

BALIKPAPAN, LINDO - Balikpapan menyatakan kesiapannya sebagai kota penunjang Ibu Kota seandainya nanti akan dibangun di Kalimantan Timur. Balikpapan mempunyai beberapa fasilitas yang menjanjikan sebagai kota penyangga.
 
"Secara infrastruktur kita sangat siap. Kita ada bandara internasional, pelabuhan internasional dan juga jalan tol," kata Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas di Balikpapan, Kamis, 1 Agustus 2019.

Rahmad menjelaskan bandara Sepinggan di Balikpapan walaupun baru memiliki landasan pacu sepanjang 2.500 meter, tapi sudah bisa didarati pesawat seperti Boeing 747. Balikpapan bahkan memiliki dua pelabuhan laut, yaitu Pelabuhan Semayang di selatan dan Pelabuhan Petikemas Kariangau di utara. Kedua pelabuhan berada di tepi Teluk Balikpapan yang tenang dan dalam.
 
Ada pun jalan tol masih dalam tahap pembangunan. Kemajuan proyek tol Balikpapan-Samarinda sudah lebih dari 80 persen dan Presiden Joko Widodo berharap bisa selesai sebelum akhir 2019.
 
"Jalan tol inilah yang akan jadi penghubung ibu kota tersebut dengan Balikpapan dan Samarinda, bila memang Ibu Kota Negara akan pindah ke Kalimantan Timur," jelas Rahmad.
 
Menurut Rahmad sarana itu juga ditunjang infrastruktur listrik dan komunikasi. Kelistrikan Balikpapan yang ditunjang sistem distribusi Sektor Mahakam yang terkoneksi dengan Sistem Barito dijamin keandalannya oleh PLN.
 
Begitu pula dengan penetrasi komunikasi yang sudah 4G hingga ke penjuru kota. "Namun demikian, tetap saja sumber daya manusia yang paling penting. Itu yang harus segera kita siapkan," ungkap Rahmad.
 
Sebelumnya Presiden Joko Widodo memastikan ibu kota baru bakal dipindahkan ke Pulau Kalimantan. Namun, ia masih merahasiakan wilayah mana yang akan menggantikan DKI Jakarta.

Kendati begitu, menurut Jokowi, saat ini kajian pemindahan ibu kota masih belum rampung. Ia berjanji akan memaparkannya secara rinci setelah kajian tersebut selesai.
 
"Kajian kebencanaan seperti apa, kajian air, kajian megenai keekonomian, kajian demografinya, masalah sospol (sosial politik), pertahanan, dan keamanan. Semuanya harus komplet. Kita tak ingin tergesa-gesa, tetapi secepatnya diputuskan," kata Jokowi di Sumatra Utara, Selasa, 30 Juli 2019.

MEDCOM

Berita Terkait