Minggu, 27 September 2020 | 17:11:43 WIB

Bupati Simeuleu Terlibat Vedio Mesum Diancam Pemakzulan ke MA

Sabtu, 3 Agustus 2019 | 08:53 WIB
Bupati Simeuleu Terlibat Vedio Mesum Diancam Pemakzulan ke MA

Sebuah vedio mesum yang beredar di sejumlah henphone milik warga Simeuleu, Provinsi Aceh. (FOTO: TUTUT/LINDO)

SIMEULEU (ACEH), LINDO – Beredarnya sebuah video mesum yang diduga seorang Bupati dengan seorang wanita, kini Jabatan Bupati Simeuleu, Provinsi Aceh, Erli Hasyim diujung tanduk. Pemakzulan bupati yang mulai menjabat sejak Juli 2017 itu menanti ketuk palu Mahkamah Agung.

Badan legislatif kabupaten Simeuleu telah menggelar rapat paripurna untuk menyampaian hasil laporan tim panitia khusus (Pansus) soal video itu pada Kamis siang, 1 Agustus 2019.

“Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang ada, kita sudah limpahkan ke pimpinan untuk mengusulkan ke MA untuk pemakzulan Bupati Simeulue,” jelas Ketua Tim Pansus, Irawan Rudiono.

Dikatakannya, usulan tim Pansus didorong desakan para ulama dan sebagian besar masyarakat melalui petisi yang meyakini Erli telah mencoreng citra kabupaten dan tidak berpegang pada amanah yang diembannya lantaran telah dituding telah berbuat amoral.

Dalam video berdurasi tak sampai 2 menit, seorang pria telah ubanan berpakaian batik dan wanita muda berbaju hijau berjilbab kuning duduk di atas sebuah sofa berwarna hitam di dalam sebuah ruangan.

Si wanita bercakap sambil menyandarkan kepala ke pangkuan pria lantas keduanya berciuman dengan posisi menyendengkan badan ke sandaran sofa.

Sang bupati pun mengakui pria di dalam video mesum itu benar dirinya. Namun, ia berkeras bahwa sosok wanita yang bersamanya adalah istrinya sendiri.

Bahkan dirinya mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap pelaku yang telah menyebarkan video itu.

Erli dituding melanggar pasal 23 ayat 1 juncto pasal 25 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 atau pasal 29 juncto pasal 4 Undang-Undang Tahun 2008 dan pasal 282 KUHP. Juga pasal 35 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 juncto pasal 131 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005.

TUTUT EMALIANA

Berita Terkait