Jumat, 23 Oktober 2020 | 09:37:12 WIB

Kemendag Panggil Direksi PLN Bahas Kompensasi

Selasa, 6 Agustus 2019 | 23:17 WIB
Kemendag Panggil Direksi PLN Bahas Kompensasi

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono (kanan). Direktur Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto (kanan). (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Perdagangan (Kemendag) perlu memastikan PT (PLN) (Persero) melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pengawasan dilakukan termasuk penyelesaian kompensasi yang dibayarkan pada pelanggan terdampak akibat gangguan listrik di sejumlah wilayah di Jawa.
 
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Veri Anggrijono mengatakan pihaknya meminta jajaran direksi PLN memaparkan mekanisme pembayaran. Penjelasan kemudian disampaikan Direktur Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto.
 
"Kami menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat terhadap masalah pemadaman listrik kemarin," kata Veri ditemui di Gedung 1 Lantai 12 Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Agustus 2019.

Veri mengaku telah menerima laporan kerugian yang dirasakan masyarakat sebagai konsumen terdampak pemadaman listrik. Pihaknya juga bakal memastikan upaya yang bakal dilakukan PLN terutama mekanisme proses ganti rugi.
 
"Kami dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) juga mendapat laporan-laporan dari masyarakat, bagaimana kami satu sisi sudah membayar listrik tapi kami tindak lanjuti dan kami mengundang PLN," ungkap Veri.
 
Veri bakal memegang komitmen yang disampaikan jajaran PLN untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
 
"Dari PLN kami mendapat penjelasan yang konkret sehingga masyarakat nantinya ini dapat ganti rugi dalam kejadian kemarin," ujarnya.
 
Sementara itu, Direktur Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto mengatakan pihaknya telah memetakan berapa besar pelanggan yang terkena dampak pemadaman. Anggaran penggantian pun telah disiapkan dari kas internal PLN.
 
"Kami akan laksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku seperti," ujarnya.

MEDCOM

Berita Terkait