Selasa, 27 Oktober 2020 | 05:48:32 WIB

Eks Kepala BNN Takut Nunung Pakai Narkoba Lagi jika Tak Direhabilitasi

Jum'at, 9 Agustus 2019 | 18:12 WIB
Eks Kepala BNN Takut Nunung Pakai Narkoba Lagi jika Tak Direhabilitasi

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar. (FOTO: MI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar mengingatkan pentingnya pengguna narkoba menjalani rehabilitasi. Jika tidak menjalani rehabilitasi, Anang takut para pengguna narkoba akan terus kembali menyalahgunakan barang haram tersebut. Hal itu pula yang Anang takutkan terjadi kepada Nunung.
 
Menurut Anang, Nunung memang bersalah menggunakan narkoba. Dia pun mendukung proses hukum Nunung terus berlanjut hingga pengadilan. Namun, dia berharap nantinya hakim memberikan hukum rehabilitasi.
 
"Saya setuju Nunung sampai pengadilan. Nunung memang bersalah dan penjahat. Yang tidak boleh dilakukan penegak hukum menahan dan memvonis Nunung dengan penjara. Harus dihukum rehabilitasi," kata Anang Iskandar saat ditemui di Gunawarman, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

"Kalau tidak, dia akan kolabs dan semakin sakit dan merugikan dia sendiri. Kalau dipenjara bisa memakai lagi dan itu merugikan banyak orang. Kasihan kalau dia dihukum sebagai penjahat," lanjutnya.
 
Rehabilitasi, kata Anang, merupakan sebuah hukuman bagi pengguna narkoba. Anang pun khawatir, bisnis narkoba akan tetap marak jika pengguna narkoba seperti Nunung tidak direhabilitasi.
 
"Karena penyalahguna tidak direhab bisnis narkoba semakin ramai. Rehab sama saja kayak hukuman penjara. Hanya penempatannya di rumah sakit yang ditunjuk Menkes. Itu yang kita perjuangkan selama ini," ucapnya.
 
Pendekatan rehabilitasi itulah yang dilakukan Anang semasa menjabat sebagai Kepala BNN. Salah satu contoh yang dia sebut adalah Raffi Ahmad yang pernah terjerat kasus narkoba pada 2013.
 
"Kasus Raffi Ahmad dia tidak saya tahan. Ini untuk kepentingan bangsa. Undang-undang sudah berbunyi, hukuman pengguna itu rehabilitatif, bukan represif. Penyalahguna narkoba harus dilindungi, jangan sampai berdampak dalam kehidupannya karena punya dampak baru," katanya.
 
Nunung ditangkap di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta pada Jumat, 19 Juli 2019. Dia ditangkap bersama suaminya Iyan Sambiran. Dari tangan Nunung, polisi menyita barang bukti narkoba berupa sabu seberat 0,36 gram. Pekan lalu, polisi sudah menangkap pemasok narkoba untuk Nunung di kawasan Trenggalek, Jawa Timur.

MEDCOM

Berita Terkait