Rabu, 03 Maret 2021 | 18:00:11 WIB

Investigasi Kementerian ESDM, Pohon Sengon Sebabkan Gangguan Listrik

Senin, 12 Agustus 2019 | 21:05 WIB
Investigasi Kementerian ESDM, Pohon Sengon Sebabkan Gangguan Listrik

Pohon sengon sebabkan gangguan listrik. (FOTO: BBC/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan penyebab terjadinya gangguan sistem kelistrikan di Ungaran-Pemalang yang menyebabkan pemadaman massal karena pohon sengon.
 
Hal tersebut didapakan dari hasil investigasi dari Kementerian ESDM. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM sebelumnya telah menerjunkan tim instruktur untuk mengecek penyebab gangguan tersebut. Salah satunya mengecek keberadaan pohon yang diduga menjadi penyebabnya.
 
"Katanya pohon sengon, kami kirim tim, dan benar iya memang ada pohonnya. Masuk dalam ruang batas bebas," kata Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Ketenagalistrikan Wanhar pada Medcom.id, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.

Wanhar mengatakan pohon tersebut memiliki ketinggian melebihi batas yang ditentukan. Apabila melewati batas maka seharusnya dipangkas.
 
Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Munir Ahmad mengatakan secara persuasif, Kementerian ESDM sebagai regulator telah meminta agar PT PLN (Persero) menertibkan pohon yang berada di luar batas tersebut dengan bernegosiasi ke masyarakat pemilik pohon.
 
"Tapi kadang-kadang ada yang bandel, mereka enggak mau potong minta kompensasi lebih besar sehingga perlu negosiasi," tutur Munir.
 
Meskipun ada tinggi pohon yang melanggar batas, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi. Kementerian ESDM hanya bisa membina, mengawasi namun tidak bisa mengintervensi langsung. Investigasi lebih jauh sedang ditangani oleh Bareskrim Polri.
 
"Pengawasan kita memberikan teguran kalau sudah melewati batas ruang bebas. Enggak ada sanksi, sanksi apa sih yang harus diberikan," jelas Munir.
 
Sebelumnya Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka dalam wawancara dengan Metro TV pada program Metro Siang mengatakan pemadaman yang terjadi sejak Minggu, 4 Agustus kemarin terjadi akibat kondisi force majeure di transmisi atau sutet di Ungaran, Jawa Tengah yang disebabkan akibat adanya pohon yang memiliki ketinggian melebihi batas.
 
"Di sutet ini terjadi kebakaran yang disebabkan karena hubungan pendek akibat tersentuh oleh pohon. Tentunya kami ingin klarifikasi lebih lanjut kabar adanya hacker, itu tidak ada, jadi memang karena adanya force majeure," kata Made.
 
Dia bilang pohon tersebut memiliki ketinggian yang melebihi ruang bebas seperti ketentuan dalam standar operasional prosedur (SOP) PLN. Aturan yang ada ambang batas pohon hanya boleh memiliki tinggi delapan meter apabila berada di wilayah transmisi PLN. Adapun tinggi tower untuk transmisi 500 kilo volt (kV) yakni 40 meter dan tinggi konduktor terendah 18 meter.
 
Made menuturkan apabila pohon tersebut memiliki ketinggian lebih dari standar, maka wajib ditebang atau dipotong. Namun hal tersebut akan sangat tergantung pada pemilik pohon. Jika pemilik pohon tidak berkenan, Made mengakui hal tersebut menjadi masalah tersendiri bagi perseroan.
 
"Jarak aman konduktor ke tegangan kita adalah sembilan meter, nah kalau sudah ada pohon yang sembilan meter berpotensi mengganggu," tutur dia.
 
Made pun menegaskan tidak ada pembiaran terhadap pohon yang memiliki ketinggian melebihi ambang batas. Dia menuturkan PLN juga telah melakukan langkah preventif dan juga memitigasi risiko terhadap gangguan jaringan transmisi.

MEDCOM

Berita Terkait