Kamis, 09 Juli 2020 | 17:26:00 WIB

DPR Habiskan Waktu Berbulan-bulan Bahas Satu Pasal

Minggu, 18 Agustus 2019 | 23:11 WIB
DPR Habiskan Waktu Berbulan-bulan Bahas Satu Pasal

Anggota DPR RI sedang rapat terbatas antara Dewan dengan pemerintah di Gedung DPR RI Jakarta. (FOTO: TWITTER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam membuat undang-undang mendapat sorotan. Wakil Presiden Jusuf Kalla membandingkan DPR dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
 
"Jadi draf konstitusi itu sebenarnya hanya dibicarakan 10 hari oleh tokoh-tokoh di BPUPKI. Kita satu pasal kadang-kadang berbulan-bulan dibahas di DPR," ucap Kalla saat peringatan Hari Konstitusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019.

Sindiran Kalla sontak menyambut tawa hadirin, yang sebagian besar mahasiswa. Menurut Wapres, kualitas legislatif saat ini jauh jika dibandingkan dengan pemerintah di era Presiden Soekarno.
 
Saat itu, pendiri bangsa paham betul urgensi berdirinya Indonesia sebagai suatu negara kesatuan. Kalla berterimakasih pada mereka yang telah memproklamirkan kemerdekaan dan memformulasikan konstitusi negara.
 
Harusnya, DPR sebagai lembaga berwenang saat ini meniru prestasi para pendahulu. Jangan sampai terlalu lama membahas suatu pasal. Lebih lanjut, Kalla memaparkan Indonesia telah beberapa kali mengubah konstitusi.
 
"Jadi kita sudah hidup dengan empat macam konstitusi. Jadi apa yang tidak berubah dari konstitusi? Yaitu mukamidah. UUD 1945, UU RIS, UUDS, UUD 1945 yang diamandemen, mukadimahnya (tidak dirubah)," kata Kalla.
 
Dia mengatakan mukadimah menjadi komponen penting konstitusi. Di dalamnya memuat dasar dan tujuan berdirinya Indonesia. Sehingga tak perlu diubah.
 
"Itu tidak berubah di bangsa kita. Tidak ada yang berani dan tidak perlu ada yang berubah dari dasar dan tujuan. Yang berubah itu ayat-ayatnta," jelas mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

MEDCOM

Berita Terkait