Jumat, 28 Februari 2020 | 11:50:08 WIB

Sejumlah Proyek Mandek, Karena Dana Desa Dipakai Buat Bayar Gaji Staf Desa

Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:06 WIB
Sejumlah Proyek Mandek, Karena Dana Desa Dipakai Buat Bayar Gaji Staf Desa

Sebuah baliho pengumuman jenis kegiatan yang menggunakan dana desa di Desa Tilope, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah pada tahun 2018. (FOTO: FAISAL/LINDO)

HALTENG, LINDO - Gara-gara dana desa dipakai untuk membayar gaji staf desa, akhirnya sejumlah proyek di Desa Tilope, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, jadi terbengkalai.

Pada awal tahun ini ada pengucuran dana desa (DD) buat pembangunan desa, namun karena belum ada progres yang dikerjakan sehingga sang Kades memberanikan diri membayar honor stafnya menggunakan dana desa.

Salah satu pegawai di desa itu menuturkan, tertundanya sejumlah proyek yang dikerjakan di dalam desanya karena Kepala desa (Kades) sudah menggunakan dana itu untuk membayar gaji staf.

"Awal tahun 2019 DD sudah cair sebesar 20 persen dan dana itu seharusnya digunakan untuk sejumlah proyek yang ada di dalam desa. Tapi pak Kades gunakan yang lain, yaitu membayar gaji staf desa," kata salah satu staf desa yang namanya tidak mau dipublikasi oleh media ini.

Sementara itu, dikatakan ada sejumlah dana desa yang diperuntukan untuk proyek di tahun 2018. Artinya dana proyek di tahun 2018 itu, juga terkuras habis sehingga dana 20 persen yang sedianya dikerjakan pada awal tahun 2019, batal dilaksanakan karena anggaran sudah habis.

"Sejumlah pekerjaan yang dikerjakan pada tahun 2018, sumber dananya dari DD tahun 2019. Artinya dana tahun 2018 sudah habis, sehingga anggaran di awal tahun 2019 diplot ke tahun sebelumnya. Lalu kemana dana desa yang dikucurkan dalam proyek tahun 2018," tanya sang staf desa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Informasi yang diperoleh sejumlah warga, baru-baru ini sang bendahara desa Tilope sedang berbelanja sejumlah keramik untuk dipergunakan di kantor desanya. Namun ihwal sumber dana pembelanjaan itu masih menjadi teka-teki bagi warga disana.

"Beberapa waktu lalu tepatnya pada bulan Juni 2019, bendahara desa baru saja membeli keramik kantor desa Tilope, tapi saya tidak tahu dari mana sumber dana itu," ungkap warga yang berinisial AF pada wartawan.

Sedangkan proyek desa yang alokasi dananya dari Dana Desa hingga kini belum juga di kerjakan. Kepala desa dan bendahara desa Tilope saat dihubungi belum mau memberikan keterangan. Media ini sudah berupaya membuat janji untuk dimintai keterangannya, namun kedua pejabat desa itu selalu dengan kesibukannya.

FAISAL M

Berita Terkait