Jumat, 28 Februari 2020 | 12:29:10 WIB

Kades Loleo di Halteng Tilep Dana Desa Untuk Berfoya-foya

Kamis, 22 Agustus 2019 | 21:21 WIB
Kades Loleo di Halteng Tilep Dana Desa Untuk Berfoya-foya

Kantor Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara. (FOTO: FAISAL/LINDO)

HALTENG, LINDO - Penyalahgunaan dana desa (DD) di sejumlah desa yang ada di Kabupaten Halamhera Tengah, di Provinsi Maluku Utara kian hari semakin menjadi tren dan menjadi buah bibir di mata masyarakat.

Buktinya sebagian besar program yang sudah di canangkan oleh pemerinta desa tidak terealisasi alias raib entah kemana. Padahal dalam  Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sudah tertulis sekian banyak program yang telah dicanangkan dalam tahun 2017.

Contoh kecil adalah biaya perawatan lampu jalan yang di anggarkan dalam RKPD sebesar Rp.6.000.000, tapi tidak di laksanakan perawatannya. Belum lagi di tamba dengan Dana Bumdes sebanya Rp.100.000.000, yang hingga kini tidak di ketahui oleh masyarakat setempat. Ironisnya dana tersebut hilang sebanyak 45 juta, entah kemana raibnya.

Menurut informasi masyarakat Kepala Desa Loleo Alimasri Latenda telah meminjam dana Bumdes sebesar Rp30 juta di tahun 2016, dan pada tahun 2017, uang Bumdes di anggarkan sebesar 100 juta, dan ditamba lagi pinjaman dari kepala desa sebesar Rp30 juta. Total dana yang dipakai sang kades sebesar Rp130 juta.

"Yang saya heran setelah uang tersebut di kembalikan dan di hitung kembali, uang tersebut sisanya Rp85 juta, lantas kamana sisa uang sebesar Rp45 juta itu," tutur masyarakat disana.

Atas perbuatan itu, masyarakat disana sangat berharap agar aparat berwenang memproses kepala desanya dan mejerat sang kades sesuai dengan perbuatannya.

"Kami sebagai masyarakat sudah cukup banyak mengetahui program yang ada dalam desa, tetapi program tersebut tidak dapat kami lihat dengan kasak mata (bukti fisik), karena kepala desa tidak pernah membuat laporan dalam bentuk baliho program dana ADD dan DD. Padahal dalam APBDes dana pembuatan baliho itu sudah ada dan telah di anggarkan," tandas sejumlah warga Loleo.

Sementara warga lain yang identitasnya dirahasiakan menceritakan ulah sang Kades mereka yang hidupnya setiap malam hanya berfoya-foya dan menghabiskan waktu dengan minuman keras.

"Tong pe Kades hidupnya cuma foya-foya saja ditempat hiburan malam, tiap malam kepala desa kami tidak terlepas dari minuman keras. Lantas dari mana uang dia dapat untuk membeli minuman keras dan berfoya-foya di tempat hiburan tersebut," tanya warga lagi.

Hal yang paling menarik dalam struktur kabinetnya Alimasri adalah sang bendahara desa Loleo dijabat oleh kaka ipar kandungnya sang kepala desa. Artinya, jika yang duduk mengelola anggaran desa ialah iparnya, maka diperkirakan kepala desa leluasa memanfatkan jabatannya untuk menggaruk dana yang dipegang oleh kaka ipar kandungnya itu.

"Warga Loleo semua tau kalau bendahara desa adalah kaka ipar kandungnya kepala desa, makanya sang kades dengan mudah menggaruk dana desa dengan cara memanipulasi data laporan keuangan dana desa dan data dana Bumdes," tuturnya.

ALDY M/FAISAL

Berita Terkait