Senin, 13 Juli 2020 | 18:20:44 WIB

Fadli Zon Usul Referendum Pemindahan Ibu Kota

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 08:09 WIB
Fadli Zon Usul Referendum Pemindahan Ibu Kota

Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan keterangan pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengusulkan referendum atau jajak pendapat terkait rencana pemindahan ibu kota. Pelibatan masyarakat pada kebijakan pemerintah diperlukan.
 
"Apa sih pendapat masyarakat? Apakah memang perlu pindah ibu kota atau tidak?," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Fadli menilai wacana pemindahan ibu kota bergulir tanpa kajian mendalam. Politikus Gerindra itu menangkap pemindahan ibu kota sekadar meniru negara lain.

"Kalau ada satu rencana, planning, tentu ada kajiannya. Kajian itulah yang disosialisasikan kepada masyarakat," tutur dia.
 
Fadli meminta pemerintah tak mengada-ada soal pemindahan ibu kota. Apalagi, ekonomi Indonesia sedang sulit. Dia menyarankan pemerintah fokus mengatasi kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan dan energi, hingga utang negara.
 
"Baru bicara pemindahan ibu kota. Jadi jangan ada satu cara berpikir yang melompat," ujar dia.
 
Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyebut Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi ibu kota baru. Luas lahan yang diperlukan mencapai 200 ribu sampai 300 ribu hektare (ha). Proses pembangunan infrastruktur utama membutuhkan waktu minimal tiga tahun.
 
"Tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana," kata Sofyan di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Pembangunan tahap pertama di atas lahan seluas 3 ribu hektare. Lahan itu untuk membangun kantor presiden, kantor kementerian/lembaga, gedung MPR/DPR dan berbagai fasilitas publik lainnya.

MEDCOM

Berita Terkait