Rabu, 26 Februari 2020 | 14:20:58 WIB

Anggota Baru DPRD Kota Malang Siap Belajar dari Kesalahan

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 17:55 WIB
Anggota Baru DPRD Kota Malang Siap Belajar dari Kesalahan

Pelantikan sebanyak 45 anggota baru DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, 24 Agustus 2019. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

MALANG, LINDO - Sebanyak 45 anggota baru DPRD Kota Malang, Jawa Timur, resmi dilantik, Sabtu, 24 Agustus 2019. Pengambilan sumpah dan janji anggota dewan periode 2019-2024 ini dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Malang.
 
45 anggota dewan yang baru ini berasal dari 10 partai. Yakni, PDIP 12 kursi, PKB 7 kursi, PKS 6 kursi, Partai Gerindra 5 kursi, Partai Golkar 5 kursi, PAN 3 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, Partai NasDem 2 kursi, PSI 1 kursi dan Partai Perindo 1 kursi.
 
Anggota DPRD Kota Malang dari PDIP, I Made Rian Diana Kartika menduduki jabatan Ketua DPRD Kota Malang sementara. Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Kota Malang sementara diisi oleh Abdurrochman, anggota DPRD Kota Malang dari PKB.

Usai pelantikan, I Made Rian Diana Kartika mengaku tidak ingin mengulang kasus korupsi yang pernah menjerat anggota dewan periode 2014-2019 sebelumnya. Dia mengaku bersama anggota baru DPRD Kota Malang lainnya sudah banyak belajar.
 
"Kita harus belajar dari kejadian teman-teman kemarin. Dari itu kita sudah banyak belajar bahwa yang terpenting semua adalah transparansi, kolektif kolegial, kebersamaan dan gotong royong. Saya rasa kalau kita sudah bersatu kita bisa saling menjaga, saling mengawasi dan itu akan menjadi asas kita dalam bergerak dan mengerjakan tugas-tugas kedewanan," katanya.
 
Seperti diketahui, sebanyak 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 telah dijebloskan ke dalam penjara karena tersangkut kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015 yang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Tak hanya itu, KPK juga menetapkan mantan Wali Kota Malang Moch Anton, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Cipto Wiyono dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan, Jarot Edy Sulistiyono sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan salah seorang pihak swasta, Hendrawan Maruszama sebagai tersangka.
 
Made, sapaan akrabnya, menegaskan anggota dewan yang baru siap melakukan yang terbaik untuk masyarakat Kota Malang. Sebab, dalam susunan anggota baru DPRD Kota Malang tidak ada anggota incumbent.
 
"Inilah anggota DPRD kita mulai dari awal dimana tidak ada incumbent. Sehingga kami semua bisa dalam tahap sederajat dan sama," tegasnya.
 
"Saya harap yang muncul adalah kolektif kolegial. Bukan kekuatan orang per orang, tapi kekuatan kolektif 45 anggota dewan itu dalam mengambil keputusan apapun. Tahapan-tahapan itu tetap harus kita lalui, sehingga kolektif kolegial itu adalah kekuatan kita nantinya," pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait