Minggu, 25 Oktober 2020 | 06:36:40 WIB

Pemerintah Berhasil Identifikasi 849 Situs Penyebar Hoax Kerusuhan Papua

Minggu, 25 Agustus 2019 | 17:00 WIB
Pemerintah Berhasil Identifikasi 849 Situs Penyebar Hoax Kerusuhan Papua

(FOTO : KEMENKOMINFO/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo ) hingga kini masih melakukan blokir internet pada layanan operator seluler di Papua dan Papua Barat. Hal ini dilakukan hingga situasi serta kondisi di dua wilayah tersebut benar-benar normal.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu menyebut, 33 items dan total 849 URL (situs) informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi, divalidasi, dan diverifikasi oleh Kemenkominfo hingga Jumat Siang (23/8).

Hingga Jumat kemarin pukul 16.00, meski situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupaten di Papua dan Papua Barat berangsur-angsur pulih, distribusi dan transmisi informasi hoax, kabar bohong, provokatif dan rasis masih tinggi.

"Ke-33 items serta 849 URL konten hoaks dan provokatif tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube," katanya pada wartawan, Jumat (23/8).

Kemenkominfo tetap menghimbau para warganet di seluruh Tanah Air, untuk tidak mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan. Informasi semacam itu dianggap menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan Suku, Agama, Ras Dan Antar-Golongan (SARA). "Tujuannya untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Tanah Papua," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane, mengatakan kehadiran situs patrolisiber.id diharapkan mampu memburu dan menangkap para provokator siber hingga meletusnya kerusuhan di tanah Papua terutama di Manokwari dan Fakfak. Direktorat Siber sudah dilengkapi dengan sejumlah peralatan canggih dan aparatur yang bekerja 24 jam untuk melakukan patroli siber. (ARMAN R)

 

Berita Terkait