Rabu, 28 Oktober 2020 | 21:29:05 WIB

Polisi Selisik Dugaan Akses Ilegal Kasus Pemadaman Listrik

Selasa, 27 Agustus 2019 | 10:34 WIB
Polisi Selisik Dugaan Akses Ilegal Kasus Pemadaman Listrik

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (FOTO: MEDCOM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Direktorat Siber Bareskrim Polri masih mendalami dugaan adanya akses ilegal dalam kasus pemadaman listrik massal PT PLN. Seluruh teknologi informasi milik PLN pun diteliti.
 
"Dari tim IT ini perlu waktu ya. Melakukan asesmen terhadap seluruh IT yang digunakan PLN untuk mengoperasionalkan jaringan, pembangkit listrik dan power supply," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019.
 
Pemeriksaan sementara, kata Dedi, belum ditemukan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan sabotase. Tim Siber masih perlu memeriksa jaringan IT yang tersebar di Ungaran, Pemalang, Gandul, Suralaya dan Muara Karang.

Dedi mengatakan proses penyelidikan itu perlu waktu. Sebab, faktor penyebab pemadaman meliputi banyak hal. Salah satu faktor penyebab pemadaman, kata Dedi, karena ada pohon tinggi.
 
"Blackout tidak faktor tunggal tapi multi faktor. Itu yang diteliti makanya perlu proses yang cukup lama," ucapnya.
 
Kepolisian menduga ada kejahatan siber terkait kasus pemadaman listrik yang terjadi di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta, Minggu, 4 Agustus lalu. Saat ini, polisi tengah menyelidiki dugaan tersebut.
 
"Saya bilang sama beliau (Direktur Cyber Crime Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo) dan jajaran tolong dilidik apakah ini hanya blackout biasa di Jakarta atau ada hubungannya dengan kejahatan siber," kata Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Idham mengingatkan kejadian pemadaman listrik massal yang dikarenakan kejahatan siber pernah terjadi di beberapa negara. Di antaranya di ibu kota Venezuela, Caracas dan di New York, Amerika Serikat.

MEDCOM

Berita Terkait