Selasa, 02 Juni 2020 | 12:07:49 WIB

Najib Razak Dituduh Lakukan 21 Pencucian Uang

Kamis, 29 Agustus 2019 | 12:06 WIB
Najib Razak Dituduh Lakukan 21 Pencucian Uang

Mantan PM Malaysia Najib Razak. (FOTO: AFP/MEDCOM/LINDO)

KUALA LUMPUR, LINDO - Pengadilan Malaysia menggelar persidangan awal kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dengan menghadirkan terdakwa mantan Perdana Menteri Najib Razak.
 
"Jaksa penuntut akan membuktikan bahwa Najib melakukan 21 kali pencucian uang. Ia juga mengirim sejumlah uang yang ia terima ke Tanore Singapura," kata Ketua Jaksa Penuntut Gopal Sri Ram, dikutip dari The Star, Kamis 29 Agustus 2019.
 
Sri Ram juga membacakan tuntutan setebal 17 halaman di mana tersangka utama dalam kasus ini yakni Jho Low, masih belum diketahui keberadaannya. Ia menyebut, Jho Low memang bekerja sama dengan Najib.

"Jho Low dan terdakwa berperan penting dalam pencucian uang di 1MDB. Terdakwa juga menerima gratifikasi," ucap Sri Ram.
 
Selain itu, proses pencucian uang ini dilakukan dalam empat fase di mana ada beberapa orang yang terlibat, termasuk adanya skenario palsu yang disebut Project Aria antara 1MDB dan perusahaan bernama PetroSaudi International Ltd.
 
"1MDB meminta USD 1 miliar yang dipalsukan seolah-olah untuk berinvestasi di perusahaan Petrosaudi Ltd. Tetapi perjanjian itu bukan dibuat dengan Ltd melainkan dengan perusahaan bernama Petro Saudi Holdings atau Cayman," lanjutnya lagi.
 
Kemudian, aliran dana tersebut seolah-olah sudah ditransfer ke Petrosaudi Ltd. Namun ternyata dana tersebut masuk ke akun Good Star Ltd, sebuah perusahaan yang tidak ada kaitannya dengan PetroSaudi.
 
Menurut data pengadilan, Good Star didirikan di Seychelles pada 18 Mei 2009, artinya lima bulan sebelum perjanjian itu dibuat.
 
"Perusahaan itu milik Jho Low dan dioperasikan oleh dirinya sendiri," tegas Sri Ram.
 
Najib juga disebut memalsukan dokumen yang menunjukkan aliran dana di rekening pribadinya merupakan sumbangan dari Pangeran Arab Saudi sebesar USD681 juta atau setara dengan Rp10,1 triliun.
 
Istri Najib, Rosmah Mansor juga didakwa dengan tuduhan pencucian uang serta kepemilikan barang-barang mewah, seperti puluhan tas Hermes dan perhiasan. Tak hanya itu, Rosmah juga kerap menghabiskan ribuan dolar Amerika untuk berbelanja di luar negeri.

 MEDCOM

Berita Terkait