Rabu, 01 April 2020 | 08:04:38 WIB

Akses Komunikasi di Jayapura Mati Total

Kamis, 29 Agustus 2019 | 21:27 WIB
Akses Komunikasi di Jayapura Mati Total

Kondisi Jayapura dilaporkan berangsur kondusif pasca konflik. (FOTO: REPUBLIKA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Akses komunikasi menggunakan telepon dan pesan singkat di Kota Jayapura mati sejak pukul 15.30 WIT. Kala itu massa aksi sedang menuju Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis, 29 Agustus 2019.
 
Pantauan Antara di Jayapura, akses komunikasi di Jayapura tak bisa dilakukan. Salah satu warta Jayapura, Subarna, mengaku gelisah karena tidak bisa menghubungi keluarga di rumah untuk mengecek situasi.
 
"Saya telepon berulang-ulang tapi tidak bisa, saya khawatir keluarga, jangan sampai masih ada yang di jalan," ujarnya kepada Antara.

Senada, seorang warga Jayapura lainnya, Markus merasa tak tenang. Markus mengaku dipulangkan lebih awal oleh kantornya dan takut melewati rute jalan yang dilewati massa aksi.
 
"Infonya di Abepura sudah rusuh, makanya kami yang bekerja diperbankan dipulangkan lebih awal," jelasnya.
 
Sementara itu, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Ustaz Tony Wanggai mengaku telah mendengar laporan soal kantor MRP di Kotaraja, Abepura, Papua yang dibakar massa. Pembakaran dilakukan siang tadi.
 
"Memang benar kantor MRP dibakar, Kamis, 29 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 WIT oleh para pedemo," kata Ustaz Wanggai.
 
Tony mengatakan seluruh anggota MRP sedang berada di luar Papua untuk kunjungan kerja. Yakni ke Makassar, Denpasar, Yogyakarta dan Manado untuk melihat mahasiswa asal Papua.
 
"Kami juga bertemu Forkopimda untuk meminta jaminan keamanan bagi mahasiswa Papua serta penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan rasialisme dan persekusi," bebernya.
 
Situasi Kota Jayapura dan sekitarnya mencekam. Aktifitas masyarakat lumpuh total. Sejumlah pertokoan dan perkantoran sejak pukul 12.30 WIT tampak ditutup, termasuk Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura.
 
Sebelumnya aksi susulan menolak rasialisme terhadap mahasiswa Papua berujung ricuh di kawasan Expo, Wamena, Jayapura, Papua, Kamis, 29 Agustus 2019. Gas air mata sempat dipakai untuk mengendalikan situasi.
 
Massa merusak mobil dinas milik Dandim Jayapura. Dandim 1701 Jayapura. Letkol Inf Johanes Parinusa membenarkan kendaraan dinas yang ditumpanginya dirusak massa. Perusakan dilakukan saat hendak memantau kegiatan pedemo di kawasan Expo, Wamena.
 
Pedemo dilaporkan berjalan kaki dari kawasan Expo menuju Abepura dan dijadwalkan ke Jayapura. Akibat aksi lanjutan itu, pertokoan dan pusat perbelanjaan di sepanjang jalan protokol tutup. Bahkan para pelajar dipulangkan sejak pukul 09.30 WIT.

MEDCOM

Berita Terkait