Selasa, 02 Juni 2020 | 07:54:08 WIB

Tarif Baru AS-Tiongkok Dimulai, Emas Dunia Mempesona

Selasa, 3 September 2019 | 10:01 WIB
Tarif Baru AS-Tiongkok Dimulai, Emas Dunia Mempesona

Ilustrasi - Emas murni. (FOTO: AFP/MEDCOM/LINDO)

NEW YORK, LINDO - Harga emas dunia naik tipis pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok memberlakukan tarif baru pada barang masing-masing. Akan tetapi penguatan dolar Amerika Serikat (USD) membatasi kenaikan logam mulia.
 
Mengutip CNBC, Selasa, 3 September 2019, Washington mulai mengenakan tarif 15 persen untuk berbagai barang Tiongkok pada Minggu waktu setempat (Senin WIB), termasuk alas kaki, jam tangan pintar, dan televisi layar datar, saat Beijing mulai mengenakan bea baru pada minyak mentah AS.
 
Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua belah pihak masih akan bertemu untuk pembicaraan di akhir bulan ini. Spot gold naik sebanyak 0,2 persen menjadi USD1.522,17 per ons pada 0920 GMT, setelah jatuh ke level terendah satu minggu di USD1.517,11 pada sesi sebelumnya. Emas berjangka AS naik 0,1 persen pada USD1.531 per ons.

Perdagangan dapat ditundukkan karena pasar keuangan AS ditutup untuk liburan Hari Buruh. “Secara keseluruhan, tidak ada yang terjadi selain fakta bahwa dolar lebih kuat. Tidak ada begitu banyak reaksi (dalam harga emas) karena ini (tarif) telah diantisipasi dengan baik," kata Analis ABN Amro Georgette Boele.
 
Terhadap saingan utama, dolar menguat lebih dari dua tahun di awal sesi, membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya. "Kami dapat mengharapkan koreksi dalam harga emas karena telah bergerak begitu cepat sehingga Anda tidak perlu begitu banyak untuk memicu aksi ambil untung," tukas Boele.
 
Perang perdagangan, meningkatkan kekhawatiran atas penurunan ekonomi global, utang hasil negatif di seluruh dunia, dan harapan untuk penurunan suku bunga oleh bank sentral global berkontribusi pada kenaikan lebih dari USD100 untuk emas pada Agustus lalu.
 
Sementara itu, Federal Fund Futures menyiratkan pedagang melihat peluang 97 persen pemotongan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin oleh bank sentral AS di bulan ini. Bank Sentral Eropa juga secara luas diperkirakan menurunkan suku bunga acuan.
 
Di antara logam mulia lainnya, perak merosot sebanyak 0,2 persen menjadi sebesar USD18,31 per ons. Kemudian platinum tergelincir sebanyak 0,3 persen menjadi sebesar USD927,71 per ons. Sementara paladium turun sebanyak 0,2 persen menjadi USD1.528,63.

MEDCOM

Berita Terkait