Selasa, 26 Mei 2020 | 03:46:13 WIB

TPA Burangkeng Belum Bisa Diperluas

Minggu, 8 September 2019 | 17:03 WIB
TPA Burangkeng Belum Bisa Diperluas

Ilustrasi--Sebuah truk melintas membawa sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aia Dingin, Padang, Sumatera Barat. (FOTO: ANTARA/LINDO)

BEKASI, LINDO - Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Burangkeng, Setu, Bekasi, Jawa Barat, mengalami kelebihan kapasitas. Namun, Pemerintah Kabupaten Bekasi belum dapat memperluas kawasan tersebut.
 
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Doddy Agus Supriyanto, mengatakan, perluasan TPA terkendala aturan tata ruang. Peraturan itu diketahui bermasalah di tingkat provinsi dampak dari kasus korupsi Meikarta.
 
"Bagaimana kita mau bisa (perluasan), ini kan efek domino kejadian itu (kasus Meikarta) imbasnya ke kita," ujarnya, Minggu, 8 September 2019.

Doddy mengatakan perluasan TPA Burangkeng cukup mendesak lantaran lahan seluas 11,6 hektare itu tak lagi mampu menampung sampah. Dari empat zona yang belaku sejak 22 tahun lalu, kini hanya tinggal dua akibat penumpukan. Pengelolaannya pun kini dilakukan dengan sistem sanitary landfill.
 
"Ketika zona A penuh, kita geser ke zona B. Kita rapikan zona A, ditata dulu. Zona B penuh, kita pindah ke zona C, zona C penuh kita uruk lagi ke zona A dan zona D. Sekarang sudah enggak bisa, sudah bersatu di dua zona hanya dibelah oleh jalan," jelas Doddy.
 
Pihaknya pun sempat mengusulkan perluasan lahan TPA Burangkeng pada 2015. Kala itu anggaran yang dialokasikan untuk pembebasan lahan guna perluasan sebesar Rp14 miliar.
 
"Tetapi ketika pembebasan lahan mau dieksekusi, tata ruangnya masih dikunci 11,6 hektare. Jadi dari (Dinas) tata ruang tidak berani membebaskan lahan," pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait