Selasa, 07 Juli 2020 | 12:05:09 WIB

Sri Mulyani Pastikan Penaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Membebani

Senin, 9 September 2019 | 12:52 WIB
Sri Mulyani Pastikan Penaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Membebani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mejawab pertanyaan wartawan di Jakarta. (FOTO: SEKAB/LINDO)

DEPOK, LINDO - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan penaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak akan membebani. Apalagi pemerintah memberi bantuan bagi masyarakat tidak mampu yang termasuk perserta Penerima Bantuan Iuaran (PBI) di BPJS Kesehatan.
 
"Pemerintah menanggung iuran dari sekitar 30 persen pengguna BPJS. Kritik yang mengatakan kenaikan iuran akan memberatkan, itu salah karena kami masih akan membayarkan iuran untuk masyarakat tidak mampu," kata dia dalam seminar di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin, 9 September 2019.
 
Saat ini ada sekitar 96,6 juta jiwa penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran BPJS Kesehatannya ditanggung pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tak hanya itu, sebanyak 37,3 juta jiwa menjadi peserta PBI yang dibayarkan oleh pemerintah daerah (pemda).

Selain itu, masih ada pekerja penerima upah (PPU) pemerintah baik pegawai negeri sipil (PNS), TNI, dan Polri yang sebagian iurannya dibayarkan oleh negara melalui APBN. Sementara bagi para pekerja swasta, beban iurannya ditanggung bersama antara pekerja dan pemberi kerja.
 
Dirinya menjelaskan, pemerintah memang berkewajiban memberi pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun pemerintah tak bisa sendirian menanggung beban defisit BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat yang mampu diharapkan ikut membantu.
 
"Kenaikan iuran ini untuk menutup defisit BPJS. Sejak berdiri pada 2014, BPJS Kesehatan terus mengalami defisit dan pemerintah selalu hadir memberikan suntikan anggaran. Jadi saya ingin menyampaikan bahwa APBN itu selalu hadir untuk masyarakat miskin," jelas dia.
 
Rencananya, iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III diusulkan naik menjadi Rp42 ribu dari Rp25.500. Sedangkan kenaikan dua kali lipat akan dilakukan untuk kelas II menjadi Rp110 ribu dari Rp51 ribu dan kelas I sebesar Rp160 ribu dari Rp80 ribu.

MEDCOM

Berita Terkait