Sabtu, 04 Juli 2020 | 11:49:45 WIB

Emir Kuwait Masuk RS, Pertemuan dengan Trump Ditunda

Senin, 9 September 2019 | 14:36 WIB
Emir Kuwait Masuk RS, Pertemuan dengan Trump Ditunda

Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah di Gedung Putih, Washington, 5 September 2018. (FOTO: AFP/MEDCOM/LINDO)

KUWAIT, LINDO - Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah dikabarkan tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat untuk menjalani "rangkaian tes medis." Oleh karenanya, rencana pertemuan Sheikh Sabah dengan Presiden AS Donald Trump ditunda.
 
Menteri Urusan Pengadilan Kerajaan Kuwait, Sheikh Ali Jarrah Al-Sabah, mengonfirmasi pembatalan pertemuan yang awalnya dijadwalkan berlangsung pada 12 September mendatang.
 
"Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber Al-Sabah berada di sebuah rumah sakit di AS untuk menjalani rangkaian tes, dan rencana pertemuan dengan Presiden Trump akan dijadwalkan ulang." ujar Sheikh Ali, menurut laporan kantor berita KUNA, dilansir dari Channel News Asia, Senin 9 September 2019.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera mengumumkan tanggal baru pertemuan antar kedua pemimpin.
 
Gedung Putih mengonfirmasi pertemuan Sheikh Sabah dengan Trump memang ditunda. "Presiden berharap sahabat baiknya segera sembuh dan dapat bertemu di Washington," sebut pihak Gedung Putih.
 
Otoritas Kuwait tidak menyebutkan tes macam apa yang dilakukan Sheikh Sabah di AS, dan sejak kapan dirinya berada di rumah sakit. Pada 18 Agustus, KUNA melaporkan bahwa emir berusia 90 tahun itu "telah sembuh dan berada dalam kondisi baik."
 
Kala itu, pihak istana Kuwait juga tidak menyebutkan secara spesifik penyakit atau kondisi apa yang sempat dialami sang emir.
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga mendoakan agar Sheikh Sabah dapat segera sembuh. Sang emir, yang berkuasa sejak Januari 2006, sempat terlihat di hadapan publik sedang menunaikan ibadah salat dalam kondisi baik di bulan Agustus.
 
Pada 2000, Sheikh Sabah memasang alat pacu jantung dan juga menjalani operasi saluran kandung kemih di AS di tahun 2007.

MEDCOM

Berita Terkait