Kamis, 02 Juli 2020 | 16:21:06 WIB

45 Anggota DPRD Malut Periode 2019-2024 Resmi Bertugas

Selasa, 24 September 2019 | 18:10 WIB
45 Anggota DPRD Malut Periode 2019-2024 Resmi Bertugas

Pengambilan sumpah dan janji 45 Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Foto: DiahiNews/LindoNews)

SOFIFI, LINDO - Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019-2024, Senin 23 September 2019, resmi dilantik. Pengambilan sumpah dan janji anggota Deprov Malut masa jabatan 2019-2024 itu berlangsung dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Maluku Utara di gedung Deprov Malut di Sofifi.

Rapat paripurna itu dipimpin oleh Alien Mus, Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2014-2019. Dia didampingi 3 Wakil Ketua Deprov Malut periode 2014-2019, yakni Ishak Naser, Zulkifli H Umar dan Ikram Haris.

Duduk bersama mereka di meja pimpinan adalah Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba, Wagub Malut, Al Yasin Ali dan Ketua Pengadilan Tinggi Maluku Utara.

Didepan pimpinan sidang, beberapa kursi yang harusnya ditempati oleh anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, masa jabatan 2014-2019 tampak banyak yang kosong, hanya 15 kursi yang terisi dari seharusnya jumlah 45 kursi di DPRD Malut.

Setelah membuka Rapat paripurna, Alien Mus memulainya dengan mengucapkan terima kasih kepada rekan–rekannya aatas kerjasamanya selama 5 tahun.

“Terutama bagi rakyat maluku utara, kami patut mengucapkan terimakasih karena sebelumnya telah memberikan kepercayaan kepada kami.”

Sebelum agenda pengambilan sumpah dan janji, Alien lantas meminta waktu untuk menyampaikan refleksi perjalanan kerjanya bersama anggota DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2014-2019.

Ia menyampaikan bahwa lembaga legislatif yang mengemban amanah mulia, berpijak pada tiga pilar, yakni fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi kontrol.

Namun menurutnya, menjadi anggota dewan bukan hanya menjalankan ritual konstitusi maupun bertumpu pada kerja-kerja administrasi semata, namun lebih dari itu dewan adalah representasi masyarakat, dan penyambung aspirasi masyarakat.

Ia juga menyadari, selama lima tahun bekerja, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang tak lama lagi akan segera diselesaikan. Dalam masa periodenya, ia mengatakan ada sekitar 54 rancangan perda yang masuk dalam rancangan program pembentukan. Dan sekitar 24 rancangan perda sudah berhasil disetujui pada masa periodenya.

Ia juga menjelaskan, ada 5 rancangan perda tahap satu dan telah final dibicarakan yang diusulkan DPRD periodenya. Yakni mengenai tata kelola keterbukaan informasi publik, pusat pemasaran dan distribusi ikan regional, penyelenggaraan pendidikan, penanggulangan malaria, dan penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“lima rancangan usulan diatas tentunya menjadi tugas anggota DPRD malut periode 2019-2024 untuk menindak lanjuti berupa pengambilan keputusan.”

Ia juga mengatakan, rancangan perda yang masuk dalam tahap satu, namun harus dibicarakan lebih lanjut adalah mengenai tata ruang wilayah kota sofifi, pengelolaan pertambangan mineral dan batubara, penyelenggaraan kawasan pemukiman dan perumahan, serta standar pelayanan minimal rumah sakit, klinik, dan laboratorium.

Ia lantas berharap agar anggota DPRD yang baru, dapat lebih baik lagi.

Paripurna yang dimulai pukul 11.20 WIT itu dihadiri pula sejumlah kepala daerah, yakni, Walikota Tidore, Bupati Halmahera Utara, Wakil Wali Kota Ternate, Ketua Bawaslu Provinsi, dan seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Usai Alien membuka sidang, Sekretaris DPRD Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdulah membacakan keputusan Mendagri tentang peresmian, pengangkatan, anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.

Namun sebelum Abubakar, sebelum dibacakan, Master of Ceremonies (MC) meminta agar nama yang dibacakan untuk segera mengambil tempat di depan pimpinan sidang.

Setelah 45 nama anggota DPRD dipanggil, Ketua Pengadilan Tinggi Maluku Utara, Dr. H Nardiman, SH, MH, memandu pengambilan sumpah dan janji oleh 45 anggota DPRD Provinsi Maluku utara masa jabatan 2019-2024.

Setelah mengucapkan sumpah dan janji, Ketua Deprov Malut periode 2014-2019 Alien Mus lantas menyerahkan palu sidang kepada Kuntu Daud, dan Hj Ratna Marsyaoly sebagai pimpinan dan wakil pimpinan sementara DPRD Provinsi Malut.

Keduanya lantas mengambil alih sidang atau rapat paripurna yang tengah berlanjut, sementara Alien Mus, Isak Naser, Ikram Haris, dan Zulkifli H. Umar dipersilahkan untuk meninggalkan meja pimpinan sidang.

Ketika Kuntu mengambil alih sidang, Kuntu lantas menyampaikan beberapa hal sebelum melanjutkan agenda acara yang lain. Ia menyampaikan bahwa dewan perwakilan rakyat daerah mempunyai tugas yang cukup berat.

“Disisi lain sebagai penerima estafet, harus dapat meneruskan tugas periode sebelumnya. Sementara di sisi lain, DPRD harus mampu bersinergi secara positif dengan pihak eksekutif sebagai perannya untuk melakukan pengontrolan sekaligus kritik sembari menawarkan solusi.”

Setelah Kuntu menyampaikan sambutannya, ia lantas mempersilahkan Gubernur Provinsi Maluku Utara menyampaikan sambutan.

Tak banyak yang diucapkan oleh Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba. Ia hanya menyampaikan terimakasih kepada DPRD periode 2014-2019 yang telah bekerja secara bersama dengannya selama 5 tahun yang lalu.

“Semoga kerja-kerja yang lalu, menjadi amal buat kita semua.”

Selain itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat datang untuk DPRD yang baru. Ia berharap, antara DPRD dan dirinya dapat bekerja sama untuk kedepannya.

Rapat paripurna pun selesai, namun, sebelum menutup rapat. Kuntu lantas mengucapkan terima kasih kepada Muhammad Sinen, karena melalui PDIP, telah mempercayakannya sebagai pimpinan sementara DPRD Provinsi Maluku Utara.

Aldy/DiahiNews

Berita Terkait