Kamis, 02 Juli 2020 | 17:05:46 WIB

Terlibat Korupsi, Kades Saramaake Dilaporkan ke Kejari Tidore

Kamis, 3 Oktober 2019 | 12:30 WIB
Terlibat Korupsi, Kades Saramaake Dilaporkan ke Kejari Tidore

Masyarakat Saramaake melaporkan kasus korupsi DD ke Kejaksaan Negeri Tidore, Rabu (2/10/2019). (FOTO: EMPY/LINDO)

HALTIM, LINDO - Perwakilan masyarakat desa Saramaake kecamatan Wasile Selatan, kabupaten Halmahera Timur mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan, Rabu (2/10/2019) untuk melaporkan kasus dugaan penyelewengan dana desa (DD) Saramaake.

Saat diberikan keteranga kepada wartawan lindo bahwa Kedatangan mereka itu disambut baik oleh kepala kejaksaan negeri Tidore kepulauan, Adam Saimima di kantor kejaksaan setempat.

Perwakilan masyarakat Saramake Mahdi mengaku kedatangan mereka ke kantor Kejari Tidore untuk menyampaikan keluhan masyarakat di desanya terkait penggunaan dana desa yang dilakukan oleh Amanan Abdul Ghani yang diduga terindikasi melakukan penyalahgunaa wewenang.

"Kedatangan saya kemari untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kasus dugaan penyelewengan dana desa di Saramaake," kata Mahdi.

Menurut Mahdi, selama Amanan menjabat sebagai kepala desa periode ke 2, sejak tahun 2015 hingga tahun 2019, sang kades tidak pernah mengadakan rapat laporan pertanggung jawaban dana desa.

"Setelah dilakukan investigasi dan kroscek masyarakat dilapangan telah ditemukan sejumlah kejanggalan terkait penggunaan dana desa yang diduga terindikasi penyelewengan oleh sang kades," jelasnya.

Mahdi menegaskan sejumlah proyek pembangunan dari dana desa (DD) yang telah digunakan, salah satunya 15 unit rumah layak huni yang tidak terselesaikan. Bahkan APBDes yang ada ditangan kades juga ikut disembunyikan oleh Amanan.

"Kalau kecurigaan kami kades sudah tidak transparan. Sang kades benar-benar sudah salah soal ketransparan dalam anggaran desa," tandasnya.

Menurut Mahdi, kedatangan ke Kejari Tidore untuk melaporkan kasus 10 unit rumah yang dananya di salah gunakan oleh Amanan. Dia tidak jujur dan tidak transparan makanya ia dan masyarakat melaporkan ke Kejaksaan.

"Kami berharap pihak kejaksaan benar-benar serius mengusut kasus dugaan penyelewengan dana desa (DD) ini sampai tuntas hingga ke akar-akarnya," ujar Mahdi.

Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan Adam Semima mengaku pihaknya merasa senang dengan adanya masyarakat yang berperan aktif dalam kontrol sosial dalam mengawasi penggunaan dana desa.

"Dokumen yang kami terima ini akan kami pelajari dulu untuk mengusut kasus dugaan indikasi penyelewengan. Dalam hal ini saya dan teman-teman yang akan turun langsung kelapangan untuk mengkroscek data-data ini, tutur Adam Saimima.

EMPY

Berita Terkait