Rabu, 22 Januari 2020 | 22:51:44 WIB

Menhan RI : Industri Pertahanan Indonesia Siap Bekerjasama dengan Uni Emirat Arab

Jum'at, 13 Desember 2019 | 21:43 WIB
Menhan RI : Industri Pertahanan Indonesia Siap Bekerjasama dengan Uni Emirat Arab

(FOTO : HUMASKEMHAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) H. Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Negara Urusan Pertahanan Uni Emirat Arab H.E.Mohammad Ahmed Al Bowardi Al Falacy, di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta Pusat, Jumat (13/12).

Dalam rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) Uni Emirat Arab, terlebih dahulu mengawali kegiatannya dengan mengunjungi Industri Pertahanan Indonesia diantaranya PT. Pindad, PT. LEN dan PT. Dirgantara Indonesia. 

Kunjungan Menteri Negara Urusan Pertahanan Uni Emirat Arab bersama rombongan Delegasi, tiba di Kantor Kemhan disambut hangat oleh Menhan RI dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral (CC).

Menteri Pertahanan RI menyampaikan penghargaan kepada Menteri Negara Urusan Pertahanan Uni Emirat Arab, sekaligus berharap kerjasama pertahanan kedua negara akan tetap terjaga dan lebih meningkat.

Indonesia dan Uni Emirat Arab melalui Kementerian Pertahanan masing-masing negara, telah menandatangani dokumen Leter of Intent (LoI) tentang kerjasama pertahanan pada 24 Juli 2019 yang lalu. Kerjasama meliputi kunjungan antar pejabat pertahanan, kerjasama pendidikan dan latihan serta kerjasama industri pertahanan.

Seiring dengan meningkatnya intensitas kerjasama pertahanan kedua negara tersebut, Indonesia berharap status dan payung hukum kerjasama dapat ditingkatkan dari LoI ke DCA (Defence Cooperation Agreement).

Menhan RI menegaskan, Industri Pertahanan Indonesia siap bekerjasama dengan industri pertahanan Uni Emirat Arab. Produk-produk industri pertahanan Indonesia, seperti senjata buatan PT Pindad sudah teruji kualitasnya dan mampu bersaing dengan produk dari negara – negara lain. 

Demikian juga kualitas produk pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia, dimana Uni Emirat Arab juga telah membeli dan mempergunakan 7  Pesawat CN-235 yang dipergunakan untuk keperluan angkut militer dan trasportasi VVIP. 

Pada pertemuan Menhan kedua negara bersahabat ini, selain membicarakan kerjasama industri pertahanan juga dibahas upaya peningkatan kerjasama di bidang pendidikan dan latihan. (ARMAN R)

Berita Terkait