Minggu, 27 September 2020 | 18:29:54 WIB

AMBI Apresiasi Pemerintah Gerak Cepat Pulangkan Mardiana Pekerja Migran Asal Bima

Senin, 16 Desember 2019 | 08:31 WIB
AMBI Apresiasi Pemerintah Gerak Cepat Pulangkan Mardiana Pekerja Migran Asal Bima

Anggota DPR RI H. Muhammad Syafrudin, ST, MM (kiri) bersama Mardiana Ridwan (tengah) dan Ketum DPN AMBI Yusri Albima (kanan). (FOTO : AMBI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Mardiana Ridwan, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Langgar Selatan Desa Bugis Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya tiba dengan selamat di tanah air setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Bagdad (Irak) menuju Indonesia.

Pada Sabtu Pagi (14/12) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbawa, H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, bersama Arya dari Kedutaan  Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bagdad, Seno dari Perlindungan WNI, perwakilan Deplu, BNP2TKI, dan Aktivis Pegiat Peduli PMI Yusri Albima, S.Hi, MA, Aktivis Pegiat Peduli PMI yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) DPN AMBI (Angkatan Muda Bima Indonesia), mendampingi Mardiana Ridwan dalam perjalanan dari Irak ke Indonesia.

"Alhamdulillah, Mardiana sudah tiba dengan selamat di Jakarta setelah menempuh penerbangan dari Baghdad-Doha-Jakarta. Senyum sumringah terpancar dari wajah Mardiana," ungkap Muhammad Syafrudin.

Diakuinya, Mardiana sangat senang bisa kembali ke Tanah Air dan tidak ingin lagi bekerja ke luar negeri. "Mardiana ingin kembali ke Bima bertemu keluarganya," kata Syafrudin.

Namun lanjutnya, sebelum ke tanah kelahirannya Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Mardiana akan menjalani proses pelaporan ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Bareskrim Polri untuk diproses lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk menghindari kejadian keberangkatan PMI Ilegal ke luar negeri.

"Jadi selama proses ini, untuk sementara Mardiana akan dibawa rumah perlindungan trauma centre (RPTC) yang disiapkan Kemensos," jelas Syafrudin.

Ia berharap, kejadian Mardiana perlu dijadikan catatan bagi keluarga atau siapapun yang ingin bekerja di luar negeri. "Bisa saja kita bekerja ke LN, tetapi administrasi dan keabsahan keberangkatan itu sangat diutamakan supaya tidak dimanfaatkan oleh pihak lain," ujarnya.

Sebelumnya, PMI asal Bima NTB ini mengadukan keinginannya untuk segera pulang ke Tanah Airnya lantaran merasa tidak aman dan tertekan tinggal di daerah konflik.

Diakui Mardiana yang sudah 1,4 tahun jadi PMI itu, memang memasuki Negara tersebut melalui jalur non prosedural, yang dikenal sebagai daerah konflik.

Berkat intensnya komunikasi Muhammad Syafrudin dengan pihak KBRI di Irak, akhirnya keinginan Mardiana terkabul meski harus menghadapi beberapa resiko di Negara konflik itu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) DPN AMBI Yusri Albima mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada KBRI di Irak yang bergerak cepat dalam mengevakuasi Mardiana dari rumah Pengguna Jasanya di Eirbil Iraq. 

'Tindakan tersebut adalah bentuk Pelindungan yang luar biasa dari Perwakilan RI di Irak atas Warga Negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Perwakilan lain seperti di Suriah mesti mencontoh hal itu. Kami juga berterima kasih kepada Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dan BNP2TKI atas bantuan dan atensinya kepada Mardiana," ujar Yusri.

langkah selanjutnya, pihaknya Konsentrasi untuk Mardiana yang sudah berada di RPTC untuk di BAP Penyidik Polri dan juga untuk Afnah yang berada di Suriah yang belum dievakuasi dan diamankan oleh KBRI Damaskus. 

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) DPP BMMB (Badan Musyawarah Masyarakat Bima), Syarif Hidayat, SH. MH menyampaikan, ia akan memimpin langsung Tim Advokasi DPP BMMB untuk mendampingi Mardiana dalam proses penegakan hukum atas para pelaku TPPO sebagaimana diatur dalam Pasal 81 UU 18/2017 Jo Pasal 2 UU 21/20017. "Kami akan kawal sampai tuntas agar aparat penegak hukum serius dalam menindaklanjuti," ujarnya. (ARMAN R)

Berita Terkait