Minggu, 25 Oktober 2020 | 07:14:55 WIB

Presiden Joko Widodo Resmikan 1.113 Balai Latihan Kerja Komunitas

Senin, 30 Desember 2019 | 21:53 WIB
Presiden Joko Widodo Resmikan 1.113 Balai Latihan Kerja Komunitas

(FOTO : HUMASKEMNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan 1.113 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas se-Indonesia tahun 2019. Tahun 2020, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan pembangunan 2000 (Dua Ribu) BLK Komunitas di seluruh Indonesia.

"Untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keterampilan dan kualifikasi yang baik, salah satu upaya pemerintah yakni membangun banyak BLK komunitas di seluruh Indonesia," kata Presiden Jokowi, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fadlu2, Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Senin (30/12).

 Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menjelaskan di era persaingan saat ini, kompetisi antar negara sangat ketat. Terjadi adu ekonomi, adu pintar-pintaran antar manusia. "Begitu manusianya, begitu SDM-nya kalah, ya sudah ditinggal oleh negara lain. Kita nggak mau Indonesia ditinggal oleh negara lain, " ujar Presiden Jokowi.
 

Menurutnya, seluruh negara sekarang ini juga sedang beradu skill dan kompetisi untuk menjadikan SDM yang unggul.  "Bukan ijazahmu apa ?, Bukan adu ijazah sekarang.  Tapi adu keterampilan, adu skill dan kompetensi," terang Jokowi.

BLK Komunitas lanjutnya, merupakan program pemerintah untuk meningkatkan keterampilan (hard skill) santri atau siswa dari lembaga pendidikan keagamaan lainnya serta masyarakat di sekitarnya.

Penentuan kejuruan di BLK Komunitas kata Presiden, sudah berdasarkan pada permintaan pihak penerima bantuan agar tepat sasaran. Disamping itu, penentuan kejuruan ini, disesuaikan link and match dengan industri yang ada di sekitar BLK Komunitas. 
 
"Kejuruan pelatihan yang dikembangkan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha. Sehingga pada akhirnya dapat menekan angka pengangguran," kata Joko Widodo seraya mengarahkan agar mentor, instruktur, maupun pelatih di BLK Komunitas disiapkan untuk mengajarkan beragam ilmu kejuruan.

Ia berharap, acara ini menjadi langkah awal untuk turut serta berperan aktif dalam mempercepat peningkatan kompetensi SDM Indonesia.  Dan BLK Komunitas menjadi tempat awal pembangunan SDM Indonesia unggul dimulai.

Menaker Ida Fauziyah yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, sebagai tahap awal, pemerintah sejak tahun 2017 hingga 2019 telah mendirikan 1.113 BLK Komunitas yang tersebar di lembaga pendidikan keagamaan, seperti Pondok Pesantren Ponpes, seminar, dhammasekha, dan pasraman di seluruh Indonesia. 

Menurut Menaker, program pengembangan BLK Komunitas merupakan terobosan dari Presiden Jokowi  dalam peningkatan kompetensi SDM Indonesia untuk melengkapi soft skill dan pendidikan karakter yang telah diberikan pada lembaga pendidikan keagamaan dengan tambahan keterampilan atau hard skill.

"Hadirnya BLK Komunitas di lembaga pendidikan keagamaan, diharapkan santri atau siswa dari lembaga pendidikan keagamaan tersebut serta masyarakat di sekitarnya memiliki akses untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal," harap Ida.

 Menteri menegaskan, selaras dengan kebijakan Presiden RI untuk menjadikan tahun 2019 dan seterusnya sebagai tahun pengembangan SDM, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memfasilitasi masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan keterampilan (skilling), alih keterampilan (re-skilling), maupun menambah keterampilan (up-skilling) di instasi pelatihan vokasi yakni di 305 BLK Pemerintah, 5.020 LPKS, 109 Lembaga Pelatihan K/L lain, 1.799 Training Center (TC) Industri, dan 1.113 BLK Komunitas.

Melalui program bantuan pengembangan BLK Komunitas ini, Menteri Ida mengatakan, lembaga penerima bantuan mendapatkan bantuan, berupa pembiayaan pembangunan 1 (satu) unit gedung workshop, bantuan peralatan pelatihan vokasi untuk 1 (satu) kejuruan, bantuan biaya operasional; dan bantuan biaya untuk melaksanakan 2  paket program pelatihan.

Adapun 10 program pelatihan vokasi yang dikembangkan di BLK Komunitas adalah, Kejuruan Teknik Otomotif (Teknik Sepeda Motor), Kejuruan Teknik Las, Kejuruan Processing (Pengolahan Hasil Pertanian), Kejuruan Processing (Pengolahan Hasil Perikanan), KejuruanWoodworking, Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kejuruan Menjahit, Kejuruan Refrigeration dan Teknik Listrik, Kejuruan Industri Kreatif serta Kejuruan Bahasa.

Rangkaian kegiatan hari ini telah dilaksanakan mulai pagi hari dengan acara Rembuk Nasional BLK Komunitas yang bertujuan untuk membangun kesepahaman, keselarasan, dan keberlangsungan vokasi serta dunia kerja dalam membangun sinergitas dengan berbagai industri.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama di bidang pelatihan vokasi bersama Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas  (Ditjen Binalattas) Kemnaker dengan 12 perusahaan/industri, yaitu PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyak Indonesia, PT Cybermantra Perkasa Sumberarta, PT Daikin Airconditioning Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Cisco International Limited, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, PT. H.M. Sampoerna, TBK, Tekno Sains Academy ITS, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, dan USAID.

Menaker juga menyampaikan sekilas informasi terkait Sistem Informasi Ketenagakerjaan atau Sisnaker yang telah dikembangkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Sisnaker merupakan suatu platform digital yang dikembangkan untuk mengintegrasikan seluruh pelayanan di Kemnaker, seperti layanan pelatihan, pemagangan, registrasi kelembagaan pelatihan, sertifikasi kompetensi, wajib lapor ketenagakerjaan, lowongan pekerjaan, penempatan kerja, dan pelayanan lainnya.

Hadir dalam acara rembug nasional dan peresmian BLK Komunitas 2019, diantaranya para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Bupati Kendal Mirna Anisah, Pimpinan Ponpes Al Fadlu2 Dimyati Rois, Pejabat di lingkungan Kemnaker, pimpinan BLK Komunitas, dan para Alim Ulama. (ARMAN R)

Berita Terkait