Sabtu, 29 Februari 2020 | 16:07:18 WIB

Bertahan Hidup Dihutan Tanpa Makanan, Prajurit Batalyon Polisi Militer 2 Marinir Manfaatkan Alam

Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:37 WIB
Bertahan Hidup Dihutan Tanpa Makanan, Prajurit Batalyon Polisi Militer 2 Marinir Manfaatkan Alam

(Foto: Menbanpur 2 Marinir/Lindo)

MALANG SELATAN, LINDO - Kemampuan untuk bertahan hidup para prajurit Batalyon Polisi Militer 2 Marinir (Yon POM 2 Mar) kali ini benar-benar diuji di hutan Purboyo Malang Selatan, berbagai rintangan dan hambatan harus dihadapi guna berlindung atau bertahan hidup dengan memanfaatkan potensi alam sekitar.

Kondisi demikian yang harus dihadapi saat melaksanakan survival pada Latihan Perorangan Dasar dan Latihan Perorangan Kesenjataan (LPD/LPK) TW I tahun 2020 di daerah latihan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Purboyo, Malang, Kamis (23/01/2020).

Komandan Yon POM 2 Mar Letkol Marinir Afin Dudun Abisantha, S.E.,M.M.,M.Tr.Hanla saat meninjau langsung latihan tersebut mengatakan bahwa latihan tersebut dibuat mirip kondisi sesungguhnya saat operasi pertempuran dan akan dibagi menjadi dua skenario latihan yaitu survival di hutan (jungle survival) dan survival di laut (sea survival) dimana setiap jenis survival memiliki skenario yang berbeda-beda dengan tujuan memberikan gambaran kepada pelaku latihan saat harus menghadapi jenis survival yang berbeda.

Lebih lanjut Komandan POM 2 Mar menjelaskan bahwa berdasarkan skenario survival di hutan (jungle survival), Prajurit Yon POM 2 Mar melaksanakan misi pencarian yudha kelana di daerah hutan pegunungan yang dikuasai kelompok separatis.

Saat melaksanakan operasi tersebut, dikarenakan data intelijen yang kurang tepat dan medan yang sulit dilalui maka beberapa personil terkena ranjau dan berada di wilayah kekuasaan gerakan separatis, mereka terpaksa melakukan pertahanan untuk bertahan hidup sampai datang bantuan pertolongan.

Selain itu Komandan POM 2 Mar menerangkan bahwa saat prajurit akan menempuh rute perjalanan darat untuk kembali bergabung ke induk pasukan, mereka dituntut kemampuan survive untuk bertahan hidup, evasion untuk menghindari penangkapan musuh, resistance untuk daya tahan tubuh, dan escape untuk meloloskan diri dengan memanfaatkan peta dan kompas serta isi hutan dalam rangka bertahan hidup dan menjauh dari wilayah musuh.

"Latihan survival itu kemampuan kami untuk bertahan hidup saat tidak bisa keluar mendapatkan makanan. Ada dua lokasi, pertama di hutan dan gunung, yang kedua di rawa pantai. Jadi kami makan apa adanya di tempat itu, untuk mempertahankan hidup harus siap makan daging ikan, ular atau biawak mentah," ujarnya.

Yosafat RH/Menbanpur 2 Marinir

Berita Terkait