Rabu, 01 April 2020 | 12:02:21 WIB

Kepala Desa Dowongi Maiti Halmahera Utara Di Duga Monopoli Kegiatan Proyek Desa

Senin, 17 Februari 2020 | 16:45 WIB
Kepala Desa Dowongi Maiti Halmahera Utara Di Duga Monopoli Kegiatan Proyek Desa

Foto faisal Lindo mulut saat mengkonfirmasi program dana desa di desa dowongi maiti halmahera utara maluku utara

Lindo Halut - Kasak Kusut Dana desa kini semakin menjadi-jadi,kali ini masalah tersebut terjadi di desa Dowongi Maiti kecamatan Kao Utara Halmahera Utara.

Hal tersebut di himpun dari beberapa masyarakat dan Staf Desa Dowongi Maiti,yang menginformasikan ke Media ini bahwa kepala desa mereka seringkali melakukan monopoli kegiatan yang nota bennya bersumber dari Dana Desa.

Sumber terpercaya adalah sekertaris desa Marson Ray-Ray,yang tidak lain adalah kakak kadung dari mantan kades pada saat di temui di kediamannya di desa dowongi Maiti menjelaskan bahwa,mantan kades ini untuk program 2019 seluruhnya di kelola sendiri

Untuk program di desa ini pada tahun 2019 kemarin rata-rata di kelola oleh mantan kades Jemris Rai-Rai dan bahkan sampai saat ini beliau sudah tidak jadi kepala desa pun masih mau saja kelola proyek.katanya.

Lanjut sekdes bahwa proyek yang di kelola oleh mantan kades di tahap 3 ini Mandi,Cuci,kakus,(MCK) dan bahkan beberapa proyek yang bersumber dari Dana Desa seperti Sumur bor yang pun sangat tidak sesuai RAB nya.

Kalau proyek sumur bor itu Profil Tank nya tidak sesuai padahal dalam RAB profil tank tersebut harusnya yang 5000 Liter tapi mantan kades hanya beli yang 2200 Liter. Jelas Marson. 

Dan yang lebih parah lagi segala bentuk laporan kaitan dengan program desa di buat oleh orang lain yaitu mitra kerja mantan kades bapak Hendra.dan bahkan kedalaman pemasangan pipa kalau kita ikuti RAB nya harus 30 meter tapi yang di tanam tidak sesuai karena ada yang 18m dan 22m.
sehingga terkesan proyek tersebut menguntungkan sepihak  dan pipa yang kerumah warga pun yang seharusnya 1 inc malah yang di pasang cuman yang 1/2 inc.

Hal tersebut pula di konfirmasi ke mantan kepala desa Jemris Rai Rai di kediamannya pada hari minggu tanggal 16/2/20.dia menjelaskan bahwa,bagaimana tidak saya suruh pak hendra buat laporan,sementara pak sekdes tidak tau membuat laporan ya mau tidak mau terpaksa laporan tersebut saya suruh pak hendra yang buat.

Dan kalau terkait kelola proyek desa memang iya saya yang kelola proyek  MCK dan ini kan masih tanggung jawab saya makanya harus saya seleaikan.dan menyamgkut profil tank itu karena yang 5000 Liter tidak ada makanya saya beli yang 2.200 sedangkan pipanya sudah sesuai,katanya(Mf)

 

Berita Terkait