Rabu, 01 April 2020 | 11:56:34 WIB

Kasau : TNI AU Garda Terdepan Bangsa Menyikapi Skenario Terburuk

Senin, 17 Februari 2020 | 16:43 WIB
Kasau : TNI AU Garda Terdepan Bangsa Menyikapi Skenario Terburuk

(FOTO : PENLANUDSDM/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Perkembangan Teknologi Digital, Informasi yang menjadi kebutuhan Esensial, yang dapat berdampak Cyber-Attacks (serangan dunia maya) terhadap digital failur yang dapat menghancurkan organisasi. Maka dari itu, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tidak menitik beratkan kepada platform-centric, melainkan network-centrik termasuk pembuatan satuan Cyber yang salah satu tugasnya adalah meningkatkan cyber awarness para prajurit TNI AU. 

Demikian  sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M yang dibacakan oleh Danwindikkal Kolonel Kal. Hidayat Januardi pada upacara Tujuh Belasan di Lapangan bola Dirgantara, Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Senin (17/2).

“Sebagai garda terdepan bangsa Indonesia, TNI AU harus mampu melihat permasalahan ini dari sudut pandang pertahanan sekaligus menyiapkan worst-case scenario/skenario terburuk yang mungkin timbul dari berbagai isue tersebut,” ujar Kasau. 

Selain itu, Kasau mengingatkan tentang  global warming yang mengakibatkan climate change, sehingga bencana alam semakin rentan terjadi terutama kawasan Pacific Ring of Fire seperti Indonesia. Musibah Banjir, Tanah Longsor, Erupsi Gunung Merapi, Gempa Bumi dan Sunami menjadi semakin rentan terjadi, artinya kesiapan TNI AU dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang, akan menjadi hal yang krusial dalam mengatasi berbagai bencana alam tersebut.

“TNI AU fokus pada penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Modifikasi Cuaca, Kemampuan Medis, Water Bombing dan berbagai kemampuan lainnya. Kita akan  mendatangkan pesawat amfibi, helicopter Combat SAR dan berbagai alutsista lainnya untuk memperkuat kemampuan OMSP yang kita laksanakan,“ ungkap Kasau.

Tahun ini  lanjutnya, Markas Besar Angkatan Udara (Mabesau) telah menandatangani kontrak sedikitnya 600 kontrak dengan nilai kontrak 5 triliun Rupiah untuk memenuhi kesiapan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) udara, pembelian amunisi darat dan udara, sarana dan prasarana, pembanguna fasilitas pada usul pesanan barang dan jasa tahun 2020. 

Presiden Republik Indonesia (RI), Menteri Pertahanan (Menhan) dan Panglima TNI telah berulangkali memerintahkan tidak boleh ada penyelewengan anggaran, sekecil apapun dan dalam bentuk apapun, untuk itu ia mengajak seluruh personel mengawal program kerja dan anggaran ini.

"Kalian adalah aset utama dan paling berharga yang dimiliki TNI AU, untuk itu bekerjalah secara profesional sesuai tugas keahliannya, militan tanpa pamrih, dan inovatif dalam menghadapi segala tantangan tugas yang tidak semakin ringan. Yakinlah dengan bekerja ikhlas, bekerja cerdas dan bekerja keras, pengabdian kalian akan mendapatkan balsan yang terbaik dari Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Kasau.

Upacara ini diikuti seluruh pejabat Lanud Suryadarma, Wingdiktek dan wingdikkal serta seluruh  personel Lanud Suryadarma, Wingdiktek dan Wingdikkal  dilaksanakan di Lapangan bola Dirgantara. (ARMAN R)

Berita Terkait