Rabu, 01 April 2020 | 12:13:34 WIB

Pemprov Malut bersama Pemda Halut-Halbar Siap-siap Pasang Tapal Batas

Selasa, 18 Februari 2020 | 17:18 WIB
Pemprov Malut bersama Pemda Halut-Halbar Siap-siap Pasang Tapal Batas

Ketua Aliansi Masyarakat Enam Desa Kabupaten Halbar, Sukri Karibun. (Foto: Aldy/Lindo)

HALBAR, LINDO - Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) bersama kedua Pemerintah baik Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), pada Selasa (18/2/2020) siang, melakukan pertemuan untuk memasang tapal batas antara Halut-Halbar.

Masing-masing ketiga pemerintah daearah itu menginginkan agar persoalan batas wilayah di kedua kabupaten itu segera diakhiri. Melalui Peraturan Mendagri (Permendagri) Nomor 60 Tahun 2019 yang mengatur batas wilayah antara Halut-Halbar, sebaikny segera diselesaikan karena dalam permendagri tersebut sudah jelas mengatur batas-batas kedua wilayah itu.

Ketua Aliansi Masyarakat Enam Desa Kabupaten Halbar Sukri Karibun saat ditemui media ini di Jailolo Timur mengatakan Permendagri 60 2019 sudah jelas mengatur batas-batas kabupaten Halut-Halbar. Maka dalam kesempatan itu Sukri memintah agar pemerintah pusat melalui Pemprov Malut segera memasang patok tapal batas antara Halut-Halbar.

"Kalau saya pelajari isi permendagri nomor 60 tahun 2019 itu sudah jelas menerangkan bahwa batas antara kedua kabupaten telah dituangkan. Oleh sebeb itu, saya meminta agar pemprov Malut yang mewakili pemerintah pusat segera memasang patok tapal batas antara Halut-Halbar, jangan tunda-tunda lagi," kata Sukri dengan nada tinggi.

Dalam kesempatan itu, Sukri memintah agar kedua kabupaten Halut-Halbar harus mau menerima isi permendagri 60, karena kata dia jika ada yang mau menolak maka persoalan ini akan berlarut-larut.

"Kalau pemerintah sudah tahu isi permendagri itu maka sebaiknya jangan tunda-tunda lagi. Kalau sampai persoalan ini sengaja dipersulit lagi kedua kabupaten, maka akan tertunda lagi batas kedua wilayah ini, dan akan berlarut-larut," tegas Sukri.

Sukri juga menghimbau agar semua stekholder baik pemerintah dan masyarakat yang ada di kedua kabupaten itu agar sama-sama lebih dewasa menyikapi hal ini, jika tidak Sukri menyimpulkan akan terjadi gaduh lagi.

"Saran saya pemerintah dan masyarakat Halut-Halbar harus dewasa menyikapi hal ini, kalau tidak maslah ini akan blunder lagi," tandas Sukri.

ALDY M

Berita Terkait