Selasa, 02 Juni 2020 | 17:22:24 WIB

ECL, Liga Berkuda Equestrian Pertama Di Indonesia

Senin, 9 Maret 2020 | 14:08 WIB
ECL, Liga Berkuda Equestrian Pertama Di Indonesia

(FOTO : PORDASI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Liga Berkuda Equestrian pertama di Indonesia, ialah Equestrian Champions League atau ECL, yang memiliki 6 rangkaian pertandingan yang diselenggarakan di dua tempat, yakni Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP) dan Adria Pratama Mulya (APM) di Tangerang, Banten. Kedua tempat tersebut menjadi venue secara bergantian.

Pada Minggu (8/3/20) merupakan hari terakhir Seri Kedua ECL. pada hari kedua kali ini digelar 6 – 7 Maret di APM. Sebulan sebelumnya, ECL Seri Pertama digelar di JIEPP pada 14 – 16 Februari 2020.

ECL sendiri diharapkan dapat mendorong pertandingan berkualitas yang dibutuhkan untuk pembinaan atlet.

Tujuan diselenggarakannya ECL adalah untuk mendorong banyaknya pertandingan berkualitas. Dengan demikian pembinaan atlet akan semakin baik. Atlet membutuhkan mental juara yang dapat dicapai dengan pengalaman bertanding yang baik serta banyak.

Dengan adanya liga, tentunya pengalaman pertandingan atlet akan lebih banyak. Hal tersebut dikemukakan oleh Founder ECL, Triwatty. Dengan adanya liga maka kompetisi akan semakin banyak.

Guna meningkatkan kualitas, juri yang dihadirkan juga tingkat internasional. Salah satu juri yang dihadirkan dari Malaysia adalah Tunku Nazroff. Ia memuji perkembangan atlet yang merupakan hasil penyelenggara liga.

Secara umum, atlet Berkuda Equestrian mengalami peningkatan kemampuan menurut Nazroff. “Rider-ridernya udah makin improve, saya nilai lebih bagus," ungkapnya.

Meskipun pertama digelat, Nazroff berpendapat tidak ada evaluasi untuk penyelenggaraan liga. “so far lumayan, event bagus,” ujarnya.  Nazroff hanya berharap, agar rider dan klub selalu meningkat kapasitasnya.

Tak hanya Nazroff yang merupakan juri berkuda yang memuji para peserta. Giring Nidji yang menyaksikan ECL Seri Kedua juga memuji atlet peserta berkuda. “Hari ini saya melihat atlet dan kudanya bener-bener kaya menyatu, dan ini merupakan pengalaman tak terlupakan seumur hidup saya dan keluarga saya," akunya.

Salah satu yang yang ditampilkan dalam liga Equestrian kali ini adalah pertandingan Show Jumping. Kelas 130 cm Platinum Champions League menjadi salah satu yang favorit. Adria Pratama (APM) yang bertempat di Tigaraksa, Tangerang, Banten menjadi saksi kelas yang diselenggarakan pada 8 Maret 2020.

Dalam Show Jumping terdapat dua aspek yang dinilai yakni waktu dan penalti. Jumlah penalti akan banyak seiring bertambah kesalahan dalam melewati rintangan.

Ketatnya persaingan antar atlet berimbas pada adanya kesamaan nilai dari juri. Karena adanya kesamaan, maka diadakan Jump off untuk mencari juara pertama.

 

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman menjelaskan apa itu jump off.  “Jump Off diberlakukan ketika tahap pertama terdapat minimal 2 peserta terbaik yang nilainya sama,” terang Marciano yang merupakan pecinta olahraga berkuda.

Oleh karena, adanya nilai sama pada lebih dari satu peserta, tahap berikutnya adalah Jump Off. Tahap kedua hanya melewati rintangan pilihan, tidak semuanya. Sederhananya Jump Off adalah babak tambahan pada pertandingan berkuda.

Pada Jump Off kelas Show Jumping 130 cm kali ini, Steven Manayang dari ZZ Stable, keluar menjadi juara pertama. Ia berhasil mengalahkan M. Akbar Kurniawan dari Kurnia Stable yang harus puas dengan peringkat kedua. Juara ketiga adalah Reymon Kaunang dari Pegasus Stable. (ARMAN R)

Berita Terkait