Kamis, 09 Juli 2020 | 19:10:12 WIB

Akibat Kurang Ketat TKA, Ratusan Warga Demo PT HPL

Senin, 13 April 2020 | 12:32 WIB
Akibat Kurang Ketat TKA, Ratusan Warga Demo PT HPL

(Foto: Postimur/Lindo)

HALSEL, LINDO - Ditengah pandemik Covid-19, PT. Halmahera Persada Lygend (HPL), satu perusahaan ternama di Kabupaten Halmhera Selatan (Halsel) di bawah naungan Harita Group, didemo oleh ratusan massa disekitar tambang. Aksi yang dimulai sejak dini hari tadi Senin, (13/4/2020) hingga siang ini.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media ini, aksi tersebut dipicu dugaan tidak adanya keterbukaan dari pihak perusahaan terhadap karyawan lokal atas kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan.

“Torang (Kami) tidak terima ada kedatangan TKA di perusahaan di tengah pandemik Covid-19,” ujar salah satu karyawan yang enggan menyebut namanya.

Menurutnya selain tidak menerima kedatangan TKA, masa aksi menilai telah terjadi tindakan pilih kasih oleh pihak perusahaan.

Pasalnya kedatangan para TKA tidak ada keterbukaan bahkan pihak perusahaan sendiri lebih mengutamakan Tenaga Asing saat mereka minta kembali beraktifitas. Sementara tenaga lokal tidak diperbolehkan keluar masuk (beraktifitas) oleh pihak perusahaan.

“Torang tenaga lokal dorang larang untuk kembali bekerja di perusahaan sementara tenaga asing sembilan (9) orang yang baru saja datang dari China dorang dari perusahaan kase izin,” bebernya.

Sementara itu masa aksi juga menilai pihak perusahaan mengabaikan edaran pemerintah, karena ditengah mewabahnya Covid-19 perusahaan membiarkan TKA asal China masuk ke area perusahaan.

“Dorang kase izin tenaga asing masuk kerja tapi kalo torang yang mau masuk ke perusahaan mau dorang tidak berikan izin,” pungkasnya.

Selain itu masa menilai perusahaan PT. HPL tidak memerhatikan setiap mess yang dihuni oleh karyawannya.

Informasi yang diterima, unjuk rasa telah berjalan sejak malam hingga siang ini. Selain karyawan, massa juga mengkonsolidasi seluruh warga untuk melakukan aksi.

“Demo itu mulai dari tadi malam, cuman karena ada tentara datang torang langsung bubar, namun setelah bubar paginya tamang-tamang dorang pigi di kampong kumpul masyarakat untuk dorang demo dan skarang demo masih tetap berjalan,“ aku satu karyawan yang juga terlibat dalam masa aksi tersebut yang meminta namanya tidak publis.

Diketahui hingga kini masa aksi belum menerima tanggapan bahkan respon dari pihak perusahaan PT. HPL itu sendiri. 

PT/AD

Berita Terkait