Jumat, 30 Oktober 2020 | 23:31:32 WIB

Resiko Nyawa, Bupati Danny Ke Jakarta Ambil APD Covid 19

Jum'at, 17 April 2020 | 20:41 WIB
Resiko Nyawa, Bupati Danny Ke Jakarta Ambil APD Covid 19

APD untuk penanganan Covid 19 yang didatangkan Bupati Danny Missy dar Jakarta, Jumat (17/04/2020). (Foto: Beritamalut/Lindo)

JAILOLO, LINDO - Bupati Halmahera Barat Danny Missy menjawab pertanyaan dan kekhawatiran warganya atas kepergiannya di Jakarta beberapa hari lalu.

Bahkan kepulangan Bupati Danny dari Jakarta pada Selasa (14/4/2020) sore, disambut aksi unjuk rasa sekelompok massa yang mengatasnamakan diri Jong Halmahera Barat di pelabuhan Jailolo.

Bupati Danny saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/4/2020) menyampaikan bahwa Halbar masih kekurangan alat penanganan Covid-19, sehingga selaku kepala daerah, dirinya harus berusaha untuk mencarikan Alat Pelindung Diri (APD) meski ditengah wabah covid-19/Corona.

Ini ia lakukan demi tenaga medis selaku garda terdepan dalam menangani Covid-19.

“Saya ke Jakarta, untuk mengambil langkah bagaimana supaya Kabupaten Halbar ini mendapatkan alat dan kebutuhan penanganan Covid-19. Walaupun saya tahu bahwa Jakarta itu zona merah,” katanya.

“Dengan berbagai pertimbangan, saya harus mengambil langkah dan menghadapi resiko untuk mendatangkan alat-alat tersebut guna mempercepat penanganan Covid-19. Resikonya nyawa saya melayang, tapi harus saya lakukan demi rakyat Halbar,” cetus Danny.

Memang upaya tersebut tak sia-sia, buktinya kini sejumlah peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 seperti APD diantaranya baju astronot, rapid test, masker, hand sanitizer, cairan desinfektan, alkohol dan lain-lain telah sampai di Jailolo, dari Ibukota tiba di Kabupaten Halbar dinihari.

“Alhamdullilah, pada hari ini barang-barang itu sebagian sudah tiba di daerah kita dan yang lainnya lagi menyusul besok,” tuturnya.

Danny Missy berharap dengan ketersediaan alat tersebut Satgus Covid-19 dapat serius dan aman bekerja untuk bisa mengantisipasi dan mencegah wabah Corona di Halbar.

“Saya harapkan dengan alat yang ada ini kita bisa melakukan pencegahan di daerah kita,” harapnya.

Ia juga menambahkan bahwa, Pemda Halbar akan cepat mengambil langkah menangani Covid-19, termasuk pembatasan jam operasioanal akses laut dan darat dari dan ke Halmahera Barat.

“Saya memberikan waktu selama tiga hari. Jika seluruh langkah dan penganggarannya sudah masuk, maka kita sudah bisa terapkan pembatasan aktifitas arus masuk di Kabupaten Halbar ini,” cetusnya.

“Setelah keputusan itu sudah diambil, maka kita juga berfikir dampaknya ke kebutuhan masyarakat. Ini juga sudah dipikirkan oleh pemerintah, sehingga pemerintah akan mengambil langkah seperti pembagian sembako dan lain-lain,” tambahnya.

Bupati Halbar juga menghimbau kepada warga masyarakat agar jangan berpandangan negatif. Ia mengajak warga masyarakat untuk sama-sama berperang melawan Covid-19.

“Mari kita sama-sama memerangi wabah ini dan jangan lupa pula selalu ikuti prosedur anjuran pemerintah baik dari pusat maupun daerah,” ujarnya.

BM/AD

Berita Terkait