Sabtu, 26 September 2020 | 21:16:33 WIB

Nekat Masuk Jatim, 1.717 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Sabtu, 25 April 2020 | 23:28 WIB
Nekat Masuk Jatim, 1.717 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Petugas sedang memberhentikan kendaraan roda emapat dan roda dua di perbatsan Jawa Tengah-Jawa Timur. (FOTO: DETIK/LINDO)

SURABAYA, LINDO - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timr mencatat ada sebanyak 5.476 kendaraan masuk dan keluar Jawa Timur, per Sabtu, 25 April 2020. Rinciannya, ada 3.256 kendaraan keluar dan 3.686 kendaraan masuk ke Jatim.
 
"Untuk kendaraan yang dihalau atau diputar balik (kembali ke daerahnya) ada sekitar 1.717 kendaraan, meliputi roda dua, roda empat, truk dan bus," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, 25 April 2020.
 
Truno menjelaskan, hari ini ada 5.746 kendaraan yang keluar-masuk Jatim. Rinciannya, 1.780 kendaraan roda dua keluar dan 2.185 kendaraan masuk ke Jatim. Kemudian 1.328 kendaraan roda empat keluar dan 1.341 kendaraan masuk, 148 bus keluar dan 160 unit bus ke masuk.

Sehingga total ada 3.256 kendaraan keluar dan 3.686 kendaraan masuk ke Jatim hari ini. Dari jumlah tersebut, ada 1.717 kendaraan meliputi roda dua, roda empat, truk, dan bus, dihalau untuk masuk ke Jatim.
 
Ada beberapa faktor kenapa ribuan kendaraan tersebut diputarbalik. Antara lain karena ada larangan mudik yang telah dikeluarkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Namun, Truno tidak menyebut kendaraan yang diputarbalik itu warga ber-KTP Jatim atau bukan.
 
"Untuk kendaraan yang diputar balik oleh petugas di antaranya, 708 kendaraan roda dua, 851 kendaraan roda empat, 99 truk, dan 59 unit bus," kata Truno.
 
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tidak melarang warganya mudik ke Jatim. Mengingat mereka akan menjalani karantina selama 14 hari di ruang observasi, berbasis desa dan kelurahan di 38 kabupaten/kota di Jatim.
 
Selain itu, para pengendara dan penumpang yang hendak mudik, harus melalui pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan serta mengisi dokumen administasi kesehatan untuk pendataan.
 
Menanggapi hal tersebut, Truno menegaskan bahwa kendaraan yang diputarbalik, karena tidak ada kepentingan masuk ke Jatim, atau bukan pengangkut sembako, energi, kesehatan, hewan ternak dan air minum, dsb.
 
"Truk di antaranya, karena tidak ada aktivitas keluar masuk dan tidak membawa barang apa pun seperti logistik sembako, energi, kesehatan dan lain-lain," pungkasnya.

MEDCOM

Berita Terkait