Rabu, 08 Juli 2020 | 15:51:53 WIB

Pasar Eropa Jadi Sasaran Penempatan TKI Formal Himsataki

Senin, 11 Mei 2020 | 16:29 WIB
Pasar Eropa Jadi Sasaran Penempatan TKI Formal Himsataki

Ketua Dewan Pembina Himsataki Hasan Abdurahman Badjamal. (FOTO : NAKERONLINE/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Himpunan Pengusaha Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) hingga saat ini tetap eksis dan tidak melebur pada organisasi sejenis lainnya.

Hal demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Himsataki Hasan Abdurahman Badjamal, saat diwawancarai, di Jakarta, Senin (11/5/20). Pernyataan Hasan Abdurahman Badjamal itu,sehubungan dengan informasi bahwa Himsataki telah bubar dan telah melebur ke organisasi atau asosiasi lain.

Hasan Badjamal hanya tertawa saat ditanya bahwa Himstaki sudah tidak ada karena telah melebur ke asosiasi perusahaan tenaga kerja Indoneisa (Apjati).

Ia menjelaskan, pada 2015 lalu, Himsataki melakukan kerjasama dengan Apjati dalam rangka pembenahan tata kelola penempatan TKI ke luar negeri. “Kerja sama ketika itu karena kesamaan visi untuk membantu pemerintah dalam melakukan perbaikan tata kelola pengiriman dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI)”, tandas Hasan Badjamal.

Menurutnya, kerjasama itu diwujudkan dengan penguatan program dan struktur kedua organisasi.Untuk program Himsataki melakukan kerjsama dengan pihak terkait di luar negeri, khususnya di Timur Tengah. Sedangkan penguatan organisasi, Ketua Umum (Ketum) Himsataki didudukan sebagai Sekretaris Jenderal Apjati. 

Hal itu kata Hasan Badjamal, berlangsung dari 2015 saat Apjati dipimpin Nur Faizi yang kemudian jadi Dubes di Mesir. Kerjasama itu terus berlangsung hingga Ketum Himsataki Ali Ridho jadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Apjati. 

Kini, Ali Ridho tidak lagi menjadi Sekjen Apjati juga telah mundur dari Himsataki karena telah dilantik jadi Anggota DPR.Hal ini sekaligus mengakhiri kerjasama itu. "Jadi sifatnya kerjasama dan bukan peleburan. Ditambahkannya, jika peleburan berarti harus ada perubahan nama kedua organisasi," jelas Hasan Badjamal.

Hasan Bajamal, dengan senyum  menegaskan kembali yang mengatakan melebur itu siapa ? mintakan dan tunjukkan bukti peleburan tersebut  !!


Revitalisasi Organisasi dan Program

Dijelaskannya, setelah  terpilih jadi anggota parlemen, Ali Ridho mengundurkan diri dari Ketum Himstaki sekaligus menyerahkan mandatnya pada pendiri Himsataki, Yunus Yamani, dan selanjutya mandat itu diberikan pada Ketua Dewan Pembina Hasan Badjamal.

Berdasarkan mandat  itu, Ketua Dewan Pembina membentuk pengurus baru dan terpililah Tegap Harjadmo sebagai  Ketua Umum (Ketum) Himsataki. Tegap Harjadmo adalah pengusaha yng cukup lama berkecimpung di usaha tenaga kerja dan memiliki visi ke depan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Hadirnya Tegap Harjadmo menandai revitalisasi organisasi Himsataki  dengan program fokus pada penempatan tenaga kerja di sektor formal dan mencari pasar baru di Eropa.

Hasan Badjamal menggambarkan, Himsataki kini memiliki semangat baru setelah cukup lama tidak bergerak akibat ditutupnya  penempatan TKI ke Timur Tengah.

Dibawah Ketum Tegap Harjadmo, Himsataki menapak jalan baru yaitu menembus pasar kerja di kawasan Eropa dengan menempatan pekerja di sektor formal dengan kategori ahli seperrti dokter, Engineers, Nurse, Guru Bahasa Arab dan Inggris. Himsataki tidak lagi membidik bidang cleaning service karena ini rawan dijadikan pembantu rumah tangga.       

“Anggota Himsataki sudah sepakat bahwa penempatan TKI ini hanya difokuskan ke negara-negara Eropa , dan tidak tertutup kemungkinan untuk penempatan Timur Tengah, dengan Skill Worker dan diutamakan 60% sd 70% laki-laki, dan 30% sampai dengan 40% adalah wanita," papar Hasan Badjamal. (ARMAN R)

Berita Terkait