Rabu, 08 Juli 2020 | 14:38:36 WIB

Kemnaker Kembangkan BLK Makassar Sebagai BLK Maritim

Selasa, 12 Mei 2020 | 06:00 WIB
Kemnaker Kembangkan BLK Makassar Sebagai BLK Maritim

(FOTO : HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria terus melanjutkan kerja sama dalam mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) Maritim. Kerja sama ini diharapkan mampu memaksimal potensi maritim Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas)  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Bambang Satrio lelono, pada acara Penandatanganan Kontrak Antara BLK Makassar Dengan KIP International Projects GmBH melalui sambungan video, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (11/5/20).

Menurut Satrio, dipilihnya BLK Makassar sebagai pengembangan BLK Maritim, mengingat BLK Makassar terus berkembang menjadi BLK terbaik di wilayah Indonesia bagian timur. Hal tersebut terbukti dari banyaknya lulusan yang terserap dan diakui industri.

“Beranjak dari hal tersebut, kami bertekad untuk terus meningkatkan kualitas BLK Makassar dan mengembangkan potensi daerah yaitu perikanan dan pariwisata,” ujar Satrio.

Ia menjelaskan, Pengembangan BLK Maritim (Development of Maritime Vocational Training Centers) tercantum dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (DRPLN-JM) Bappenas Tahun Anggaran (TA) 2015-2019. Kegiatan ini bertujuan mendukung program prioritas Pemerintah RI dalam pengembangan sektor maritim Indonesia.

“Salah satu kegiatannya adalah pengembangan program-program pelatihan teknis pendukung sektor industri kemaritiman dan pariwisata bahari di BLK. Sehingga ke depannya dapat melatih dan mencetak tenaga kerja yang akan bekerja di sektor maritim maupun perhotelan,” jelasnya.

Program Pengembangan BLK Maritim sendiri tambah Satrio, merupakan program kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Austria melalui skema soft loan atau Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Melalui program ini, Pemerintah Austria membiayai kegiatan pengembangan BLK Maritim senilai € 39.882.493 atau Rp.640 miliar melalui skema soft loan dengan bunga 0 (nol) persen di 3 (tiga) BLK yaitu BBPLK Medan, BBPLK Serang, dan BLK Makassar.

Pada bulan Juni 2019 lalu, BBPLK Medan telah menandatangani kontrak dengan pemenang lelang yaitu BIT Media e-solution GmbH di Hotel Ayana Midplaza Jakarta.  Di tempat yang sama pada bulan November 2019, BBPLK Serang telah menandatangani kontrak dengan MUT GmBH.

“Dan akhirnya pada hari ini, kita akan menyaksikan acara penandatangan kontrak antara BLK Makassar dengan KIP International Projects GmbH,” ungkap Satrio.

Untuk pengembangan BLK Maritim di BLK Makassar, kontrak pengembangan dikerjasamakan dengan KIP International Projects GmBH sebagai pemenang lelang internasional. Nantinya, BLK Makassar akan menjadi center of excellence untuk pengembangan 5 (lima) kejuruan yaitu Automotive/Marine Engine, Electrical, Metal Working, Wood-Glass Fiber Working, dan Welding.

“Saya sangat berharap Kegiatan Pengembangan BLK Maritim melalui PHLN Austria menjadi salah satu bentuk konkret upaya Pemerintah dalam meningkatkan kualitas output atau lulusan BLK yang sesuai dengan kebutuhan industri,” harapnya.  (ARMAN R) 

Berita Terkait